Tampilkan postingan dengan label (Ber)so(k)sia(lisasi). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label (Ber)so(k)sia(lisasi). Tampilkan semua postingan

18 Okt 2013

JUMPA

Jumat, 18 oktober 2013. Pukul 5.30 pagi. Bandung.
Udara dingin ba'da subuh kota bandung lumayan merayap di sela pori-pori ku. Menyambut seraut kekuningan diufuk timur.
Pagi ini, dengan berbekal keyakinan. Aku dan temanku mengayunkan langkah ke sebuah majelis "JUMPA". Tempat yang masih tiada kejelasan di dalam pikiran. Hanya mengikuti kemana kaki melangkah. Karna,  kami masih terbilang baru disini. Paket SMS yang kami terima dari Murobbiyah (guru spritual) melecut energi pagi untuk bergegas tanpa ngaret dari waktu yang telah tertera di SMS.
Ayunan langkah semakin melaju,  karena waktu menunjukkan 10 menit lagi mengarah ke 5.30. Dengan meraba insting (hehe) dan sebuah informasi dari teman. Bahwa tempat majelis yang akan kami hadiri itu posisinya dekat dengan pasar dibelakang kosan kami. Akhirnya, langkah kakipun berhenti pada sebuah gang kecil,  dan membuka sesi tanya jawab (haha) dengan ibu-ibu yang kelihatannya mau pergi kesasar. "Maaf bu,  mau tanya (basi banget) masjid baiturrahman dimana ya?"
"Baiturrahman gerlong tengah ya neng?"
*mengangguk "iya bu"
"Oh ini neng" menunjuk kearah sebuah bangunan yang tepat di depan muka kami (sebenarnya 10 langkah dari posisi kami berdiri) hehe.
"Inilah sebuah insting seseorang yang terlecut energinya oleh sang MR untuk OT" batinku.
Dan ternyata....kami nggak telat...!!! Hehe alhamdulillah ...
JUMPA itu sebenarnya JUMAT PAGI. Ust. Pemateri yang menyingkat agenda kajian pagi buta itu agar lebih mengesankan. *maybe.
Kajian ini sangat serru menurutku., kenapa tidak, ust nya padet banget ilmunya dan nggak ngeborringin.
Materi hari ini membahas tentang...
Manhaj harroki dalam shirah nabawiyah
*akan aku tuliskan dipostingan berbeda...^_^

5 Mar 2013

BANTARA


BANTARA salah satu tingkat di dunia kepramukaan.
Menuju tingkat BANTARA santri/wati yang akan dilantik untuk naik tingkat diikutkan dalam acara perkemahan. Jumlah santri/wati yang ikut ada 10 orang yang terdiri dari 4 orang santri dan 6 orang santriwati.

Kuperhatikan yang unik di Ekskul Pramuka Khairul Ummah ini adalah khusus bagi santriwati diwajibkan memakai atribut lengkap seorang akhwat. Baik itu kaos kaki dan handset yang digunakan ditiap rangkaian kegiatan. tanpa terkecuali. Baik itu kegiatan becek-becekkan ataupun kegiatan dadakan yang diwajibkan mereka untuk berkumpul. Luar Biasa.

Dalam rangka penyeleksian santri/santriwati yang berhak naik ketingkat BANTARA, perkemahan dilaksanakan di sebuah kebun karet milik salah seorang warga. Setelah di cross check ternyata Bapak si pemilik kebun itu dulu juga merupakan salah seorang aktivis.

Rumah singgah yang ada di dekat kebun karet milik Bapak tersebut merupakan sebuah bonus bagi kami, tidak hanya itu disana juga ada kolam ikan. Kebun itu juga bersih. Lumayanlah...

Menjelang sholat dzuhur santri dan santriwati telah menyelesaikan tendanya. Dan kamipun bisa istirahat sejenak. Alhamdulillah siang masih bersahabat pada kami. Namun, Alhamdulillah pula menjelang maghrib, langit mulai menampakkan redupnya dan sedikit demi sedikit meneteskan airnya. Kenapa alhamdulillah? yah...karena hujan itu rahmat dari Allah SWT. Tenda yang belum siap menyambut hujan akhirnya banjir juga. Akhirnya aku dan Bu Aida (Kakak Pembina OSKU) harus ngungsi ke tenda santriwati dan menggunakan terpal alas tenda kami sebagai pelapis atas tenda santriwati.

Malam kian larut, namun langit belum menggulung tirainya. Akhirnya kami dan para santri harus berbagi tempat untuk sekedar membaringkan jasad.

Hujan panas di perkemahan tidak mengurangi semangat para santri dan santriwati. Kegiatan berlangsung maksimal. Mulai dari kegiatan PBB maupun kreasi malam.
Perkemahan untuk pelantikan BANTARA ini berakhir pada hari Ahad.
Subuh harinya para santri di gembleng Mentalnya di kebun yang gelap mereka di posisi yang ditentukan oleh kakak pembina pramukanya dan diberikan tantangan-tatangan tertentu.
Yang aku terkejut di akhir rangkaian kegiatan. Salah seorang santriwati protes terhadapku. Bahwa aku membeda-bedakan antara anak IPA atau IPS. Namun, alhamdulillah setelah aku luruskan, akhirnya anak tersebut meminta maaf atas kekhilafan pernyataannya padaku. Dan Kegiatan berakhir dengan suka cita....^_^

Alhamdulillah....


2 Mar 2013

PERANG 1

PERANG 1 diakhir tahun 2012 lalu.
Kepenatan akhir tahun yang membawa nikmat.
Kenapa tidak, karena jujur dalam kepenatan ini aku dapat merasakan kenikmatan untuk bertafakur alam dan belajar beberapa hal.
Terimakasih teman-temanku yang menjadi kakak Pembina Pramuka PPKU, yang telah sudi memberikan ruang padaku untuk ikut serta dalam beberapa rangkaian kegiatan pramuka ^_^
Yah, walaupun aku sebenarnya nggak tahu banyak tentang pramuka. Tapi, setidaknya walau sedikit aku pernah merasakan menjadi seorang anak pramuka. Dan pernah mengikuti perkemahan. Hmmm, itupun sewaktu aku duduk di kelas 1 SMP. Kenangan yang tidak mudah untuk dilupakan.
Jika mengenang dan mengingat-ingat lagi bagaimana suasana, kondisi dan kegiatan perkemahan jujur aku tidak punya niat sedikitpun untuk mengikuti perkemahan di akhir tahun 2012 lalu. Perkemahan yang di beri judul PERANG 1 (Perkemahan Penggalang I). Namun, karna sebuah rayuan maut dari bilik hatiku, ya sudahlah. Aku ayunkan saja langkah kaki menuju perkemahan yang diadakan di bumi perkemahan bukit Cadika. Yang letaknya tepat di atas bukit di seberang PPKU.
Butuh perjuangan untuk sampai ke atas bukit. Apalagi aku dan temanku berangkat menuju tenda perkemahan pada malam hari ba'da hujan. Betapa licinnya tanah bukit itu dan tentu saja begitu gelapnya hutan di sekitar bukit. Ada sedikit perasaan khwatir akan hewan buas dan hewan berdarah panas lainnya. Namun, dengan keyakinan akan penjagaan Sang Rabb, maka hati hanya pandai berdzikir berharap perlindungan dariNya.
Dengan butiran peluh dan lelah menjawab tanjakan yang berliku demi mencapai puncak perkemahan.
Namun, kepenatanku serta merta telah terhapus dengan keceriaan para santri yang sedang bersuka cita diantara api unggun diatas hamparan langit mendung.

Walau tak sempat untuk melepas sejenak keriuk-keriuk di betisku. Namun, dengan rasa suka cita aku mengikuti rangkaian kegiatan malam itu. Kegiatan malam itu dimulai dengan agenda lomba cerdas cermat antar regu. Lomba tersebut cukup seru. Tiap regu diberikan pertanyaan yang berkisar tentang pramuka, keislaman, hitung-hitungan dan pengetahuan umum.

Aku yang hanya "ngikut" alur main dari salah seorang temanku. Akhirnya kebagian tugas untuk membacakan soal cerdas cermat tersebut. Alhamdulillah, aku bersyukur, kehadiranku cukup bermanfaat ^_^
Perlombaan berlalu hingga hampir menjelang larut malam.

Usai perlombaan, ternyata "kampung tengah" tengah meraung-raung meminta haknya. Aku, temanku dan beberapa orang santri yang bertugas sebagai panitia serentak menuju ke dapur umum. Meracik apa yang ada sehingga terhidanglah beberapa mangkuk mie goreng. Dibawah langit malam yang tidak menampakkan cahayanya. Makan malam pertama di tenda perkemahan hanya ditemani lampu badai. Sungguh nikmatnya.

Ba'da makan, saatnya memenuhi hak jasad yang dari pagi hingga malam larut itu belum berhenti bergerak. Namun, sungguh sebuah tantangan, mau tidur saja aku dan temanku yang baru datang malam itu harus melongok-longok tiap tenda santri, mencari di manakah ada ruang untuk menyelipkan badan untuk malam itu saja. setelah lama berkeliling, akhirnya kamipun mendapatkan tempat yang lumayan dan alhamdulillah membawa kenikmatan untuk beristirahat malam itu.

#Hiking
Hiking, kegiatan yang sudah lama tak kurasakan pasca kampus. Namun, saat ini aku bukan peserta. Namun, aku di amanahkan untuk menjadi penjaga posko. Hutan karet yang aku lewati bersama kakak-kakak pembina lainnya cukup mudah dibandingkan beberapa hiking yang aku lalui.

#AKU MENGERJAI PESERTA ^_^
Poskoku adalah posko kedua. Di posko kedua ini aku dan salah satu panitia pramuka (*Wira) bertugas untuk memberikan pertanyaan tentang sandi "and". Jujur aku sendiri nggak ngerti bagaimana penggunaannya. Namun, berkat kejelianku memahaminya akupun mengerti.
Tantangan di posko kedua. Tak ingin aku lewati begitu saja. Aku membuat sebuah games berbentuk tantangan. Karena, ide itu muncul saat di posko 2, maka aku memanfaatkan properti yang ada. bersam Wira aku mencari kayu yang cukup panjang, dan kami letakkan kayu panjang itu sejajar dengan lutut kami. Dan para peserta yang bisa menebak/pu tidak sandi "and" tersebut tetap kami minta untuk melewati kayu serendah lutut kami dengan cara merayap. 


Tanpa mengatakan eh.., uh..., e.. dengan siap mereka langsung menjatuhkan diri mereka ke bumi. daaan....shap shap shap...merekapu merayap dengan ligat. karena aku menghitung kebelakang dari angka 10. Tim yang berjumlah antara 10-11 orang itu. berburu untuk melewati kayu setengah tiang itu.
HAHAHAHA...puassss...:P
Bukan puas melihat penderitaan mereka, tapi puas dengan ketaatan mereka. Santri Khairul Ummah memang IS THE BEST ^_^ Allahu akbar!

PERANG 1 emang serrruuuu dech...
Tapi, Capainya juga membuat betisku berserruuu...capeeeeeek....

Karena harus tiap beberapa kali turun naik bukit, hanya untuk wudhu dan MCK.

Sehingga pikiran dan hatiku selalu berontak inilah perkemahan terakhir yang aku ikuti. Jika suatu hari nanti diminta lagi untuk ikut kontribusi dalam perkemahan, aku siap untuk mengatakan T I D A K.

6 Des 2012

INHU PEDULI PALESTINA



“Inhu Peduli Palestina” sebuah tema yang diusung dalam agenda Taujih Syeikh Palestine dan Penggalangan Dana Palestine, yang diselenggarakan pada hari selasa, tanggal 04 desember 2012. Bertempat di Mesjid Mutmainnah Pondok Pesantren Khairul Ummah Batu Gajah. Agenda ini merupakan kerjasama antara Yayasan Islam Indragiri dengan KNRP (Komite Nasional untuk Rakyat Palestina). Hadirin yang hadir adalah santri, santriwati, guru dan karyawan/ti PonPes khairul Ummah, selain itu juga hadir guru-guru dari MA/SMA yang berada di sekitar wilayah Air Molek serta Ibu-Ibu PKK dan masyarakat umum lainnya.
Acara dibuka tepat pukul 14.00 WIB dengan tasmi’ alqur’an surat al isra’ oleh salah seorang santriwan PonPes Khairul Ummah yaitu akhi Abdurrahman ketua Organisasi Santri Khairul Ummah (OSKU). Selanjutnya pembacaan puisi dari tim seni PonPes Khairul Ummah. Puisi yang menggetarkan dawai hati dan menggerakkan bulir hangat bergerak mengikuti gravitasi bumi. Suasana haru kian terasa ketika isakan tangis hadirin memenuhi ruangan.
Entah keharuan apa itu, padahal hanyalah mendengarkan beberapa bait puisi yang menggambarkan kesusahan dan kepayahan saudara-saudara kita di belahan bumi sana. Yang tengah berjuang demi tetap berdirinya Al Kuds. Apakah ini yang namanya sebuah Ukhuwah yang terajut antar umat muslim? Walau raga tak bertemu namun jiwa selalu terpaut dalam tiap bait do’a. Wallahualam.
Kata sambutan diberikan oleh Plt. Camat Pasir Penyu selanjutnya oleh Pimpinan PonPes Khairul Ummah KH. Muhammad Mursyid, S.Ag. Dalam kata sambutannya KH. Muhammad Mursyid, S.Ag menyampaikan bahwa sebelumnya agenda serupa juga telah diadakan di Peranap. Tampak antusias masyrakat menghadiri agenda tersebut, ditandai dengan masjid di peranap penuh untuk menyaksikan Tausiah dari Syeikh Palestine yaitu Syeikh Abdul Aziz. Dan menghimbau selain berdo’a untuk rakyat Palestine sudah selayaknya kita sebagai umat islam juga turut peduli dengan kelangsungan hidup rakyat palestina dengan salah satu caranya yaitu ikut menyumbangkan sebagian harta yang dimiliki.
Ketika tiba acara inti, bulir hangat tak kuat tertahan disudut mata, mereka jatuh seakan menyaksikan peristiwa berdarah di tanah suci Palestine.
Wajah Syeikh Abdul Aziz begitu beseri, dengan janggut panjangnya yang sudah memutih, senada dengan warna gamisnya. Dengan kedua mata yang telah hilang penglihatannya, ia tampak begitu bersemangat menyampaikan tausiyahnya. Diantaranya adalah ucapan terimakasihnya kepada masyarakat Indonesia yang telah peduli dengan rakyat palestin, kisahnya ketika Beliau berada di penjara palestin dan kisah-kisah masyarakat sipil palestin yang dianiya oleh tentara zionis Israel laknatullah.
Suasana semakin mengaharukan ketika tausiyah Syeikh diiringi dengan pemutaran gambar dan video kejadian nyata di Palestine. Agenda “Inhu Peduli Palestin” ditutup dengan penggalangan dana. Dan penyerahan secara simbolik uang senilai Rp 23 Jt oleh Pimpinan PonPes Khairul Ummah pada pengurus KNRP yang merupakan hasil dari penggalangan dana yang telah dilakukan untuk disalurkan kepada Rakyat Palestina. Allahu Akbar. Semoga yang telah berkontribusi didalamnya memperoleh balasan yang setimpal dari Allah SWT. Amiin.
Duhai anak-anak palestina dengan wajah tak berdosa kau dengan gagah menggenggam senjata.
Senjata yang tak kenal dengan dimensi perkembangan zaman.
Yah, senjata yang bisa kau andalkan hanyalah kerikil-kerikil kecil hasil puing bangunan yang hancur akibat teng-teng tentara yahudi Laknatullah.
Kobarkanlah selalu api semangat juangmu duhai saudara-saudaraku.
Semoga Jannah Firdaus tempat akhirmu.


30 Okt 2012

Aku Datang

       
“Lihatlah, Ku kan datang membawa sebingkai asa yang telah lama ku simpan”. Dialog Dito pada hatinya. Ganasnya sinar mentari siang itu tidak sedikitpun menyerap energi yang ada pada azamnya. Dito telah benar-benar yakin pada keputusannya utuk menyambangi kediaman Heny, sosok wanita yang selama ini ia cari-cari.
“Semoga inilah saat yang tepat. Aku tak akan menunda dan memperlambat langkahku lagi”. Bisiknya pada angin yang sesekali menyelinap diantara hawa hangat siang itu. Sesekali ia rapikan rambut yang telah bercampur dengan keringat dan debu yang menyapa setiap langkahnya. Seutas surat yang sedari tadi terselip di jarinya sesekali ia pandang dan senyumpun mengembang di wajahnya. Berharap surat itu akan sampai pada sang pujaan hatinya, yang selama ini menempati hati dan pikirannya, mengunjungi malam-malamnya disaat mata terpejam dan menyelinap dalam pandangan disaat sepi.
“Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah...” Dito mulai cemas dan gugup dengan langkahnya. Ia mulai kembali ragu dengan tekad yang bulat. Nurani dan perasaannya kembali bertengkar.
“Rabb, maafkan hamba, sungguh adalah perasaan yang ianya selalu ingin ku jaga, Rabb mudahkanlah jika ini pintu menuju mahabbah padaMu, namun jika langkah ini bukanlah cara yang kau Ridhoi, maka tuntunlah hatiku dalam rohimMu”.
Satu kilo lagi, dihadapannya telah tampak atap rumah Heny. Sepeda motor yang ia gunakan, rela ia tinggalkan dibengkel, demi mewujudkan azam yang telah menjadi luapan do'anya di sepertiga malam.  
Tok...tok...tok... “Assalamualaikum...”  
Tok...tok...tok... “Assalamualaikum...”
“...” tidak ada jawaban.
Ketukan denyut jantung Dito semakin tak teratur, detakannya bertambah cepat. Sadar bahwa salamnya tidak ada yang menjawab.
“Innalillah, sudah dua kali, namun belum ada jawaban, bagaimana ini ya Rabb...?” Pekiknya dalam hati.
“Bismillah...”ucapnya pelan.
Tok...tok...tok... “Assalamualaikum...”
Ia tunggu dua menit namun hasilnya tetap nihil.
“Rabb..., sudah tiga kali. Lebih baik aku mundur. Rabb..., jika ini sudah jalanMu, maka berilah aku ketabahan”. Nyaris bulir hangat mendarat dipipinya. Ditopun dengan tubuh lemas balik kanan dengan tatapan berat kebawah.  
Kleeeeek.... Bunyi derik pintu mengehentikan langkah Dito. Jantungnya semakin memompa begitu cepat. Dito berdiri mematung, tanpa ada sedikitpun energi yang membuatnya berbalik ke arah pintu. “Maaf, siapa ya?”
“Suara itu” Bisik Dito.
“A...Ak...Akk...Aku...” Perlahan ia hadapkan wajahnya ke arah asal suara.
“Dito..., Subhanallah..., Dito kan?” Tanya sang pemilik rumah memastikan.
Dito masih terpaku di tempat ia berdiri. Tak sedikitpun gerakan yang ia buat. Diantara perasaan senang dan gugup yang melanda dirinya. Keberaniannya untuk bertemu dengan Sang pujaan hatinya mendadak melemah.
“Yuk masuk” ujar Heny yang tengah berdiri di mulut pintu dengan kerudung biru mudanya.
Dito terbangun dari diamnya. Dengan senyum dikulum, Ditopun memberanikan diri untuk melangkah menuju pintu rumah yang selama ini ia nantikan.
Melihat Dito yang kikuk. Henypun mengerti.
“Ada Mama kok dirumah Dit..” ujar Heny meyakinkan Dito.
“Assalamualaikum…”
“Waalaikumussalam…, silahkan duduk Dit, aku kebelakang dulu ya”.
“Eh, nggak usah repot-repot Hen…”
Heny hanya tersenyum pada Dito seraya melanjutkan langkahnya menuju dapur.
Sepuluh menit menunggu, tidak jua menstabilkan detak jantung Dito.
“Apa kabar kamu Dit?”
“Hmmm, Alhamdulillah baik Hen…, ku lihat kau sudah berubah sekarang”.
“Berubah? Berubah apa Dit? Aku masih seperti Heny yang dulu Dit, Heny yang masih suka bawel”. Heny tersenyum simpul.
“Hmmm, kamu sudah pakai kerudung sekarang”. Balas Dito dengan senyum dikulum.
“Iya Dit, Alhamdulillah…”
Perbincangan hangatpun bergulir diantara mereka, namun sesaat Dito terdiam, memutar otaknya merangkai kata untuk memeunuhi maksud kedatangannya kerumah Heny.
“Kok diem Dit, silahkan diminum dulu dong”
“Eh..e..iya Hen…” seraya meraih daun telinga cangkir yang berisi sirup leci dingin.
“Oya, Ibumu mana?”
“Ada tu, sedang nonton TV di ruang keluarga”.
“ooo…”
“Oya gimana kuliahmu Dit? Udah TA?”
“Alhmdulillah aku udah selesai Hen dan sekarang aku mengajar di pondok pesantren”
“Wah…, cepat juga ya. Aku insyallah sebentar lagi sidang. Dan liburan kali ini kumanfaatkan untuk menyelesaikan tulisanku. Doain yah..” Ujar Heny bersemangat.
“Iya, Insyaallah…” Jawab Dito seadanya.
“Oya Hen, sebenarnya aku kesini bermaksud untuk…”
“Iya, kenapa Dit? Oya, kamu tahu darimana aku pulang?”
“Aku, aku tahu dari satatus FB kamu Hen…” seraya tersenyum pada Heny.
“ooo” Mulut Heny membulat.
“Terus, tadi kamu mau bilang apa Dit? Maaf, terputus...”
“Aku mau…, mau bilang bahwa aku…”
Belum sempat Dito melanjutkan kalimatnya. Tiba-tiba suara dari ruang keluarga muncul, memanggil Heny.
“Heny…, ini Pram nelpon nak…, mungkin ada hal penting yang ingin disampaikannya terkait hari tunangan kalian”.
“Iya Bu…” seraya beranjak meninggalkan Dito.
Dito yang sedang duduk memegang cangkir minumannya, merasa goyang dan hampir saja cangkir yang dipegangnya tersungkur kelantai karena mendengar kalimat yang diucapkan oleh Ibu Heny.
Namun, dengan kuat Dito menahan luapan hangat yang merambat dari hati keubun-unbunnya. Sehingga menghadirkan warna merah dimatanya. Dito tertunduk memandangi amplop biru yang ada ditangannya. Dengan mata berkaca Dito menatap atap rumah Heny. Menguatkan hatinya, agar bulir hangat itu tidak segera mengalir mengikuti arus perasaannya.
“Maaf ya Dit, aku agak lama” ujar Heny dengan wajah memerah dan sumingrah.
“Nggak apa Hen…” Ujar Dito datar.
“Oya, kalau gitu aku pamit dulu ya Hen…”
“Eh, kok buru-buru…, kamu tadi belum sempat melanjutkan kata-katamu. Kamu mau ngomong apa si tadi? Aku jadi penasaran. Hmmm, jangan-jangan kamu mau ngasih aku undangan pernikahanmu ya? Hayo ngaku???” Ujar Heny dengan mimik wajah menyelidik seraya melirik ke arah tangan Dito yang tengah menggenggam kertas berwarna biru.
Dengan senyum yang datar. Dito tidak menggubris pertanyaan Heny.
“Oya, Dit, minggu depan ajak teman-teman kita ke rumahku ya, nanti aku juga bakal buat undangan deh, di FB”.
“Wah, emang ada acara apa Hen? Bukankah miladmu masih lama?” tanya Dito meraba dugaannya.
“Hmmm, kasih tahu nggak ya??? Hehehe…gini loh Dit, insyaallah minggu depan adalah hari pertunanganku dengan Pram Wijaya. So,  kamu dan teman-teman wajib datang ya”.
“Pram Wijaya?” Ujar Dito sedikit terkejut.
“Iya. Kok gitu ekspresinya? Memangnya kamu mengenal nama itu Dit?”
“Hmmm, nggak…nggak kok Hen…, aku ngerasa nama itu sudah familiar aja ditelingaku. Oya, kamu kenal dimana Hen?
“Aku kenal di FB sih Dit, kebetulan dia bekerja di sebuah perusahaan di dekat kampusku”.
“Ooo, hmmm, kalo gitu aku pamit dulu ya Hen, udah mau masuk waktu dzuhur”.
“Jangan lupa ya Dit…,minggu depan” dengan senyum khas dan penuh harapan pada Dito.
“Barakallah ya Hen…”
“Makasih ya Dit, karena kamu udah datang dan bawa teman-teman kita kesini”
“Iya…, sama-sama”
“Oya kenalkan, ini Pram Wijaya. Pram ini Dito temanku sejak SMP. Tapi kami berpisah ketika SMA hingga kami kuliah”
“Pram…” ujar Pram datar.
“Dito…” seraya tersenyum berat pada Pram.
“Oya Pram, aku tinggal sebentar, kamu sama Dito dulu ya…” Ujar Heny seraya menatap lurus kearah sahabat lama yang ingin dihampirinya.
“Oke” Jawab pram sekedarnya.
Dito semakin yakin dengan dugaanya. Bahwa Pria yang sedang berdiri dihadapannya adalah pria yang telah membuat adik perempuannya menjadi sakit satu bulan lamanya. Pria yang dikenal oleh adiknya di media social FB. Pria yang selama ini menaburi janji-janji penuh harapan pada adiknya dan tanpa alasannya yang jelas meninggalkan adiknya.
Dito memancing Pram untuk bicara dengan obrolan hangat. Sedikit demi sedikit apa yang disampaikan Pram tentang dirinya tak berbeda jauh dengan apa yang di kisahkan adiknya tentang Pram.
“Kak Dito, kok Dinda ditinggal sih”
“Dinda, kamu kesini juga?” tanya Dito sedikit terkejut.
“Iya kak, kata bunda kakak ke acara tunangan kak Heny, terus Dinda susul aja kakak” dengan senyum manja seorang adik pada kakaknya.
“Dinda…?”
Suara yang pernah menghiasi pendengarannya sebulan yang lalu. Kini ia dengar kembali. Dengan cepat Dinda menoleh kearah suara itu.
“Kamu?” Dinda berjalan mundur kebelakang, seakan ingin segera berlari manjauhi langkah Pram yang berusaha mendakatinya.
“Kak, Dinda mau pulang” seraya menarik lengan Dito.
“Ternyata ini jawabannya kak, kak Heny teman kakaklah yang telah dijodohkan oleh orangtua Pram untuknya”.
“Dinda mau pulang kak…”
“Dinda…, Dinda…, Dinda…bangun dek…”
“Kak.., Dinda sekarang dimana?”
“Kamu sudah siuman dek? Kamu sekarang dirumah”
“Kak…, Kak Heny dan Pram…”
“Sudah…”
“Sudah bertunangankan kak???” Ujar Dinda seraya menyeka bulir hangat yang jatuh dipipinya.
“Sudah bubar dek. Maafkan kakak, kakak terlalu emosi tadi, satu pukulan kakak lepaskan ke wajahnya”
“Iya, Dinda…, aku sudah memutuskannya.” Heny yang tiba-tiba muncul dari pintu kamar Dinda.
“Kak Heny..?” Seraya mengernyitkan keningnya.
“Kakak sudah dengar semua cerita dari kakakmu. Pram itu tenyata pembohong besar Din, dia bilang ke kamu kalau dia dijodohin sama kakak kan? Itu bohong Din dan kakakmu terpaksa membuat kepala pria beranak satu itu oyong saat kamu pingsan. Karena seorang wanita datang mengaku istrinya dengan membawa buku nikah mereka. Kakak ditipu olehnya Din, sama sepertimu…” seraya memeluk Dinda.
Dito yang melihat keakraban adik dan wanita yang selama ini menjadi penghias harapannya merasa terharu.
“Oya kak, apakah kak Dito jadi memberikan surat ke kakak minggu lalu” tiba-tiba kalimat Dinda menyentak Dito yang semula terharu menjadi mendadak gugup.
“Nggak, surat apa Din? Kakakmu hanya silaturahim ketempat kakak”
“Oh ya? Sebenarnya kak Dito itu ingin memberikan surat…” seraya menatap kakaknya yang terlihat gugup.
Dito meletakkan telunjuk dihadapan bibirnya. Memberi isyarat pada Dinda untuk tidak meneruskan kalimarnya.
Namun, tanpa sepengetahuan Dito, surat bersampul biru itu telah berada di atas meja Dinda.
            AllahuAkbar…” ucap Dito dalam hati yang semakin gugup.
            “Nggak apa kak…biarlah kak Heny tahu yang sebenarnya…”
            Dengan perlahan dan penuh penasaran Heny membuka surat bersampul biru itu. Ada bulir hangat yang jatuh ketika Heny membacanya dan ada senyum yang sesekali menghiasi wajah Heny.
            Dito yang sedari tadi berdiri di samping Heny hanya bisa tertunduk. Menanti apa kalimat yang akan diuntai dari bibir mungil Heny. Dengan memberanikan diri Dito mengangkat kepalanya dengan degupan jantung yang kian tak terkendalikan.
            Senyum itu…, bola matanya menyiratkan bahwa dia juga…” Ujar Dito dalam hati.
            Tak lama Heny menatap Dito, iapun mengangguk pelan. Memberi jawaban dari segala asa yang selama ini dipendam oleh Dito yaitu menjadikan Heny halal untuknya.


18 Jun 2012

ROHIS oh ROHIS

Sedih dan teriris rasanya hati ini, ketika ROHIS dicabik-cabik kehormatannya. Bukan orang yang berbeda keyakinan. Tpi, malah kebanyakan adalah orang yang seharusnya mencintai adanya ROHIS itu.
Sungguh miris, ibarat mimpi buruk, ingin sekali rasanya terperanjat untuk lekas menatap cerahnya ketenangan itu kembali.
ROHIS dalam kenangan...
Kenangan itu tersampul indah dalam ingatan.
tika itu, saat perekrutan oleh organisasi yang ada di SMA. Ada OSIS, PRAMUKA, PMR, ROHIS de el el.
Jujur yang aku tertark adalah PMR dan OSIS. Sedangkan untuk yang lainnya terutama ROHIS aku merasa risih (saat itu).
ROHIS apa tu? kegiatan yang dipaparkan oleh pengurus ROHIS saat itu nggak ngejual BGT (batinku saat itu). Apa sih menariknya, apa sih serunya, toh belajar agama juga udah sering, dari kelas 1 SD mpe masuk SMA inipun juga pasti dapet (BatinQ lag saat itu). Pokoke promosi yang dikasi oleh pengurus ROHIS saat itu nggak ngejual dech. (Maafkan)
Namun, yang aq anehkan, kenapa ya, temenQ bisa tertarik...hmmm. (Jadi penasaran)
Singkat Cerita...
Aq emang gak ngedaftar untuk ROHIS itu.
Namun, kau tahu kawan???
Aq sendiri yang tergila-gila untuk tidak meninggalkan setiap kegiatan yang diadakan ROHIS.
Berawal dari ajakan seorang teman yang membawaku ke dalam sebuah acara rutn anak ROHIS, dengan berat hati, aqpun mengikuti ajakannya itu.
Aq duduk manis dibelakang mendengarkan seorang kakak yang tengah berapi-api memberikan tausiyahnya pada adik-adik baru (termasuk aku).
Saat itu beliau membahas mengenai JILBAB.
Jujur aku tersirap, aku terhipnotis dibuatnya.
Ditambah lagi lantunan nastyid dari kakak2 alumni saat itu syahduuuu, banget. (Byurrr adem hati rasanya)
Maklumlah sebelumnya aq belum pernah mendengar semua itu. Termasuk Kewajiban seorang muslimah menggunakan JILBAB.
Dan tahukah kau kawan???
ROHIS menjadi jembatan Hidayah dariNya untukQ...
Sejak saat kakak yang berapi2 itu memberikan tausiyahnya aq sangat rajin mengikut setiap rangkaian kegiatan ROHIS. Hingga akhirnya aq menjadi anggota dan pengurus.
OH ROHIS...
Sungguh Manis
Sungguh Sejuk
Sungguh Tenang
Lembut menyusup kedalam sanubari.
Sungguh, disini tidak sedikitpun aq mendapatkan tekanan, karena semua ini adalah akibat dari sentuhan hati.
Ketika hati telah tersusup kedamaian ukhuwah, tak rela rasanya membuatnya menguap begitu saja...
I LUV U COZ ALLAH...itulah kalimat terindah yang mulai akrap ditelinga ini.
NOVEL /BUKU2 ISLAMi dan Nasyid menjadi sahabat...^^
Hmmm, mungkin masih banyak lagi kisah seru temen2 dalam menyambut hidayah...yang dijembatani oleh ROHIS...(wallahu'alam)

Lalu, Kenapa?
Masih ada yang tidak suka dengan ROHIS, ROHIS nggak ngebuat seseorang menjadi hancur atau membuat seseorang yang baik jadi PREMAN, ataupun KORUPTOR!
Dimana pula hubungannya ROHIS menjadi kambing hitam dalam sebuah kejadian???
Bukankah ROHIS hanyalah sebuah wajihah???

Duh..., tolong pikir2 dulu deh sebelum membuat OPINI jelek tentang wajihah penuh berkah ini.
Jangan asal TODONG!
Nti bisa jadi BODONG!
Trus Giginya OMPONG!
emang mau?

Klo mau nyalahin, langsung tabayun ke individunya aja...jangan maen FITNAH! Qt kan sodara seiman...^^
(Ni jaman apa si??? mau banting stir ke belakang ya??? hmmm, sisa usia aja qt gak tau kapan dateline nya..., don't waste ur time!!!)

Astaghfirullah...
Semoga Hidayah Allah SWT senantiasa Qt rebut ya...Dan semoga terbingkai dalam Keistiqomahan...
Amin...

Afwan minkum...



11 Mei 2012

Suksesi Himaprostpek XV

Suksesi Himaprostpek XV telah diselenggarakan pada tanggal 5-6 Mei 2012. Pada hari pertama pembukaan suksesi Himaprostpek XV dihadiri oleh perwakilan BEM FKIP UR dan beberapa perwakilan Hima selngkungan FKIP dan terutama adalah dihadiri oleh Ketua Prodi Pendidikan Kimia FKIP UR yaitu Ibu Dra. Herdini, M.si yang sekaligus membuka acara tersebut. Pembukaan suksesi dilaksanakan diruang H1 Bahasa Indonesia FKIP UR. Pembukaan suksesi dimulakan dengan taujih robbani oleh salah seorang panitia pelaksana, selanjutnya kata sambutan dari Fadli angkatan 2011 selaku ketua pelaksana suksesi Himaprostpek XV, Fauzul Busri selaku Bupati Himaprostpek 2011/2012, Suardi selaku perwakilan Gubernur Mahasiswa FKIP UR dan yang tak kalah penting adalah kata sambutan dari Ketua Prodi Pendidikan Kimia FKIP UR. Banyak pesan penuh makna yang diberikan oleh Beliau.
Setelah Suksesi Himaprostpek dibuka secara resmi oleh Ibu Ketua Prodi Pendidikan Kimai FKIP UR, selanjutnya dalah menyanyikan acara bersama Lagu Indonesia Raya dan Mars Himaprostpek yang berjudul "Majulah Himaprostpek".
Di hari kedua pada tanggal 06 Mei 2012, suksesi dimulai pukul 08.00 WIB. Dan melanjutkan darft acara pada hari sebelumnya yaitu pembahasan LPJ Himaprostpek 2011/2012. Pembahasan LPJ lumayan alot, banyak pertanyaan, saran dan kritik yang masuk untuk kepengurusan periode 2011/2012 dan tentunya perbaikan untuk kepengurusan periode 2012/2013. Pembahasan LPJpun berakhir sekitar pukul 5 sore, sehingga pembahasan untuk AD/ART dan Rekomendasi memakan waktu selama lebih kurang 4 jam. 
Alhmdulillah pembahasan untuk hasil AD/ART dan Rekomendasi tidak berlangsung lama. Sehingga bisa langsung masuk kesesi pemilihan Bupati dan DPO.
Namun, tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, calon yang dicalonkan lebih dari 1 calon. Delegasi angkatan 2010A, 2010B dan 2011 memiliki calon bupati yang berbeda. Mereka tenyata telah memiliki pandangan yang berbeda. Ini sungguh sangat luar biasa. Sedangkan Delegasi 2008 dan 2007 memiliki satu suara yaitu sama dengan delegasi angkatan 2010A.
Calon-calonnya adalah M. Yani, Sufiyanto dan Anggo. Dengan beberapa alur pemilihan Bupati, mulai dari Musyawarah Mufakat hingga Voting, akhirnya Bupati Kimia 2012/2013 terpilih sekitar pukul 11 yaitu M. yani angkatan 2010 dan DPO terpilih adalah Arif Yasthophi angkatan 2008.
Tahniah untuk pemimpin baru, semoga membawa Himaprostpek pada kejayaannya...
Semangat Pemuda Kimia!!! Majulah Himaprostpek!!!


17 Agu 2011

Aku Nyebrang

from BEM to BLM
harus belajar cepat, begitu banyak perbedaan
mulai dari rapat,
kalo dulu di BEM rapatnya hanya duduk melantai dengan media papan tulis
sekarang di BLM rapatnya duduk di meja Petak (hoho bukan meja bundar) layaknya anggota Dewan... rapatnyapun menggunakan palu sidang...
so, gak bisa main2... harus konsentrasi dan seriuz level dewa... *malabay setek
karna, klo gak seriuz yang ada kita gak tau si Pimpinan Sidang ngomong apa, ngetok palu u/ apa... trus orang lagi negributin apa... hohoho... sungguh menggalau...
huff...rada kikuk pertama kali masuk ke Sekre Dewan Perwakilan Mahasiswa
tapi, setelah dijalani beberapa hari, alhamdulillah mulai terbiasa dengan segala rutinitas didalamnya karna anggota dewannya baik2... :)
...
terlepas dari semua itu
yang sedang Q emban adalah sebuah amanah
amanah = tanggung jawab
yang nantinya akan dipertanggungjawabkan, tidak hanya di hadapan manusia tetapi juga di pengadilan Sang maha Adil...
...
Semoga Q mampu mengemban dan menjalankan amanah dengan baik...
Walau aku nyebrang...
dari Eksekutor ke Legislator...
Klo dulu di awasi sekarang mengawasi
klo dulu di panggil sekarang memanggil...
...
Semoga Amanah.

2 Jul 2011

Pelantikan Pengurus BEM FKIP UR 2011-2012

Pelantikan yang dilaksanakan pada tanggal 2 Juli 2011 dengan tema "Tingkatkan Sinergisitas Kelembagaan untuk Perbaikan dan Akselerasi Gerakan Mahasiswa" berlangsung di Ruang Serbaguna FKIP UR dihadiri Oleh Dekan FKIP UR (Prof. DR. H. Isjoni Ishaq, M.Si), Kabag Kemahasiswaan FKIP UR (M. YRE Pulungan, M.H), Presiden UR terpilih (Yulan) dan tamu undangan lainnya (Gubernur Faperta dan Faperika, Bupati Hima Sejaran dan seterusnya).
Sekitar pukul 09.30 WIB Acara pembukaanpun dimulai.

Di mulai dari Kata sambutan Ketua Pelaksana (Hanggah Saputra), Tilawah dan Do'a.
Kemudian pembacaan SK Pengurus Domisioner BEM dan BLM FKIP UR 2010-2011
selanjutnya pembacaan SK Dekan Mengenai Pengurus BEM dan BLM FKIP UR 2011-2012
Nama-nama Pengurus BEM dan BLM periode 2011-2012 pun dipanggil satu persatu.
Berry Virmala (Ketua Umum BLM FKIP UR) beserta jajarannya...
Toni Era Wijaya (Gubernur FKIP UR) dan Rian Hadi Wijaya (Wakil Gubernur FKIP UR) beserta jajarannya...
selanjutnya adalah pembacaan Ikrar Pengurus yang di pandu oleh Dekan FKIP UR (Prof. DR. H. Isjoni Ishaq, M.Si)
*suasana yang sangat hening dan penuh Khidmat.
Serah Terima Jabatan adalah ujung tombak dari kegiatan ini. Dimana pengurus BEM dan BLM domisioner menyerahkan jabatan atau tugas selanjutnya kepada pengurus BEM dan BLM selanjutnya. Dimana langsung disahkan oleh Dekan FKIP UR dengan disaksikan oleh Presiden terpilih dan kasubag perlengkapan.
Acara belum selesai sampai disitu.
Ada yang lebih seru lagi yaitu Ketua BEM dan BLM periode 2011-2012 diminta untuk menyampaikan kata sambutan.
*Luar biasa untaian kata yang dilantunkan oleh pemimpin-pemimpin FKIP tersebut, penuh makna dan pesan yang sangat sarat makna.
Saya ucapkan Tahniah atas dilantiknya Para Pemegang Estafet Perjuangan BEM FKIP UR Periode 2011-2012.
Semoga posisi yang telah diamanahkan dapat menjadi ladang amal, ilmu dan kreatifitas dan semoga menjadi asupan gizi dan energi dalam pergerakan kehidupan yang penuh dengan corak dan ragam.

4 Mei 2011

BEM OF BEM

BEM Of BEM...
sebenarnya dirimu tak bersalah padaku,
sebenarnya bukan dirimu juga yang membuat waktu-waktu istirahatku berkurang
...
jika ingin kulihat kebelakang,
aku malu padamu.
kau tau?
dulu sebelum aku mengenalmu, bahkan masuk kedalam ruang kosong tubuhmu, sungguh aku BENCI dan tidak SUKA padamu, jangankan berlalu dihadapanmu, melihatmu saja aku ENGGAN
...
Saat pengumuman Bahwa Aku lulus menjadi Salah seorang yang akan mengurusimu, sungguh itu bukanlah sebuah kegembiraan di hatiku, malah ku mengganggap kabar itu ibarat BOM ATOM yang meladak dihirosima, yang Luluh lantahkan Jiwa dan Perasaanku
...
Awalnya memang belum terbiasa...
dan aku merasa nggak bakalan bisa untuk terus berlama-lama denganmu,
namun...
BEM...
Kau tau?
kau telah mencuri perhatianku, kau telah mencuri hati dan semangatku untuk terus bersamamu...
rasa ingin berlama-lamaan denganmupun semakin tumbuh setiap harinya...
...
Kini..., tibalah waktuku utuk kita berpisah...
tanggal perpisahan telah ditetapkan oleh orang tuamu si BLM yaitu 21-22 Mei 2011
...
BEM...apa yang sudah aku berikan untukmu???
adakah itu kebaikan?
adakah itu menambah warna pada dirimu?
atau malah membuatmu terluka dan ternoda???
wallahualam...
Astaghfirullahaladzim...

3 Apr 2011

O...Tidak!!!

“NIKAH LAH LAGI!”
Itu perintah atau anjuran ya?
Hmmm…, kalimat itu sungguh menggelitik perutku, hatiku jadi geli banget. Rasanya pengen ketawa ngakak. Tapi, nggak mungkin banget aku ngelakuin itu, karena yang ngeluarin kalimat itu bukan teman sebaya ataupun orang yang usianya dibawah aku. Seseorang yang mendeklamasikan kata-kata itu adalah nenekku sendiri.
Hmmm…udah lama nggak nginjak kampung halaman. Tiba-tiba pulang udah diminta nikah. Hooo tidak bissa…
Tentu saja aku hanya bisa menanggapinya dengan senyuman saja. Dan sesekali tertawa mendengar alasan nenekku mengenai usulannya itu. Tentu saja, aku yang merasa masih memiliki cita tingkat tinggi mengungkapkan ketidak setujuanku. Aku bilang, “aku ingin S2 dulu” kupikir beliau senang dan bangga dengan keinginanku itu, eh, ternyata aku malah disuapin dengan alasan yang mungkin sedikit masuk akal si. Beliau bilang “Perempuan itu nggak bagus nikah di jauh usia” itu katanya.
Sedikit teriris si, tapi, yam au diapain, kalaupun aku tidak lanjut S2 apakah, jodohku itu langsung dating ketika aku udah dapat gelar S.Pd nanti, apakah dia langsung berada disampingku saat aku Wisuda nanti?, nggak kan? Aku aja nggak yakin ada yang mau sama aku? Hiks…kessian… tapi, aku yakin bahwa Allah telah mempersiapkannya dijauh-jauh hari untukku, bukankah Allah menciptakan kita berpasang-pasangan?
Lalu, aku kembali menampik alsan nenekku dengan alasanku yang lain “Tapi, nek dari pada ani menunggu yang tak pasti lebih baik ani lanjut S2 dulu, kalo jodohnya udah datang, langsung nikah dech!” ujarku mantaB.
Ternyata Si nenek nggak mau nyerah, Beliau kembali melepaskan alasannya dari bibir yang telah banyak guratan, “ Tapi, bagusnya kalo perempuan itu langsung kerja aja, jangan kuliah lagi”
Yupz! “Baiklah” ujarku menyenangkan hatinya.
Biarlah waktu yang menjawab, Ujar seorang perempuan yang telah berusia hampir ¼ abad ini.