Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan

6 Des 2013

Kekasihku

Hari itu, sepanjang jalan aku terusik dengan bisikan-bisikan yang menyelinap dihati, aku merasa ada yang timpang dengan diriku.
Tapi, aku belum tau itu apa.
Hari berikutnya, aku kencoba menghitung langkah, namun belum berhenti langkahku. Hatiku kembali berbisik bahwa ada yang timpang dengan diri ini. Aku merasa, seharusnya ada yang menopang ketimpangan itu, tapi hati bertanya kembali...apa?
Hari ini dibawah tirai rahmatNya aku yang selalu bertanya tentang apa yang seharusnya menopang ketimpangan itu,  telah tau jawabnya....
Aku sadar bahwa setiap yang diciptakanNya tidak ada yang timpang...semua berjalan dengan keselarasan dan keseimbangan...
Dan begitu juga aku, aku yakin allah tidak mungkin membiarkanku timpang dalam hidup ini....hanya saja belum waktunya aku menikmati "keselarasan dan kesimbangan hidup" itu.
...
Kekasih...
Apa kabar?
Dibawah rinai rahmatNya
Aku memanggilmu sebagai tanda bahwa aku merindukan hadirmu.
Kekasih kau adalah janjiNya yang diberikan allah padaku...
Jika memang masih terasa berat atau pun sulit berjalan menuju dermaga yang dituliskan Allah, mari kita dekatkan diri padaNya
Aku disini akan selalu berdo'a untukmu, untuk kita dan untuk penerus estafet perjuangan kita nanti...
Kekasih...
Rupamu masih sulit ku lukiskan dan sikapmu masih sulit ku bayangkan
Namun, aku yakin rupamu kan setampan akhlakmu.
Jika nanti Dia telah menakdirkan kita bersatu, tiada lagi tabir yang menghalangi kita untuk memeluk "keselarasan dan keseimbangan" itu
...
Kekasih...
Dengan Perahu ikhtiar yang beratap sabar dan berhiaskan takwa...
Kita tengah mengayuhnya saat ini demi memperoleh pelajaran di setiap perjalanan sebagai bekal hidup dalam bingkai kasihNya
Semoga Allah mempermudah kita untuk tiba di dermaga pertemuan 

Ku titip do'a dan rindu pada allah untukmu duhai kekasih...


Wallahualam
Hanya sebuah rangkaian kata pengantar tidur

2 Des 2013

Tradisi Curhat

Tradisi Curhat, tulisan pertama yang dipublish oleh dakwatuna.
Awalnya nggak pede membiarkan jari jemari menari diatas keyboard, menekan satu persatu huruf, dan merangkai kata menjadi kalimat.
Namun, lappy sudah terlanjur dipangkuan, kenapa harus menyianyiakan kesempatan untuk duduk manis sejenak, mengelola ide yang seakan berdesakan datang dengan girangnya.
Satu huruf, satu kalimat hingga akhirnya menjadi deretan paragraf. Jadilah sebuah tulisan yang masih jauh dari sempurna.
Alhamdulillah ketidaksempurnaan itulah yang akhirnya melengkapi halaman web dakwatuna.
Semoga ini menjadi salah satu pintu untuk beramal ma'ruf...
Aamiin...

28 Okt 2013

Happy Milad Broda

Bandung, 28 Oktober 2013
Di hari peringatan Sumpah Pemuda ini. Aku ingin mengucapkan Happy Milad to my Broda.
Semoga sisa usiamu diberi keberkahan oleh Allah SWT dan Semoga dirimu selalu dilimpahi kasih sayangNya.
Dan sekaligus ingin merangkai kata untuk pemuda indonesia.
Pemuda ...
Pancarkanlah sisi terang yang ada dalam dirimu. Agar dunia tahu bahwa kau ada. Agar dunia menyadari akan eksistensimu yang luar biasa.
Sudahi dan tutuplah sisi gelap yang selama ini hanya membenarkan anggapan negatif para tetua akan kita (pemuda indonesia).
"Karna nila setitik rusak susu sebelanga"
Mari kita bangkit dan kembali menggemakan auman kita ke seluruh anterojagad.
Agar mereka yang memandang pemuda sebelah mata terpaksa membelalakkan matanya hanya untuk mengatakan "wow! Ternyata aku salah!"
Tidak ada lagi kata "yang muda belum boleh bicara"
Wujudkan indonesia yang lebih berbudi pekerti luhur dan berwawasan luas serta saling bahu membahu memajukan indonesia. Karna maju atau mundurnya negara indonesia ada di dalam genggaman kita (pemuda indonesia).
HARAPAN ITU SELALU ADA, YANG BERADA DI PUNDAK-PUNDAK KITA (PEMUDA INDONESIA)
Selamat Hari Sumpah Pemuda.


24 Okt 2013

UTS pertama (kinetika kimia)

Allah....
Inilah usahaku
Inilah yang aku mampu...
Allah...
Engkau maha tahu
Apa hasil yang akan aku terima
Bahkan engkau lebih tahu jauh sebelum aku mengatakan ini..
Allah...
Jadikanlah aku orang yang bersyukur ...
Bukan orang-orang yang kufur karena kecerobohanku sendiri
Allah...
Berikanlah ketenanganmu dihati ini atas apapun hasil yang Engkau berikan...
Wallahualam

22 Okt 2013

Ketika Cinta Memanggil

Bandung., 04.10 wib subuh

Ketika cinta memanggil
Hati nan kalut kan lekas merona
Ketika cinta memanggil
Mata nan sayu kan berbinar merdu
Ketika cinta memanggil
Langkah nan lamban kan melejit bak putaran roda kereta
Ketika cinta memanggil
Jiwa nan rapuh kan tegap berdiri kokoh
Ketika cinta memanggil
Tak siapapun yang bisa menolak
Ketika cinta memanggil
Disanalah pertemuan cinta yang sesungguhnya
Karna...cinta itu adalah Dia...
Cintanya maha cinta
Takkan ada kekecewaan
Takkan ada kepayahan
Hanya ada ketenangan
Hanya ada kedamaian
Semua kan berlabuh dihati
Jika iman yang menjawab panggilan cinta itu

Wallahualam

20 Okt 2013

Si ACE

Semenjak ada kamu...
Hari-hariku lebih menyenangkan
Bersamamu membuat aku tahu akan banyak hal
Kamu menjawab apa yang aku butuhkan
Apapun itu.,  baik ilmu., silaturahim., having fun., dan kau adalah diary terindah yang aku miliki.
Tetaplah bersamaku ACe.
Walau banyak saudaramu yang terlihat lebih keren dan lebih smart. Tapi., hatiku tetap ke kamu.
Entah kenapa., mungkin karna proses aku mendapatkanmu cukup mengesankan ya? Kenapa tidak?  Aku rela menghabiskan gaji terakhirku demi mendapatkanmu.
Aku harap., banyak manfaat yang dapat kita lakukan bersama...
Ace...
Tetaplah menjadi smart
karna kau memang smart
dan aku ingin slalu smart dalam menggunakan mu...
Kaulah smart phone ku...^_^

19 Okt 2013

Surat cinta umi

Surat cinta teruntuk calon anakku nanti..umi tulis
di usia umi masih muda..
# nak umi sangat mencintaimu jauh sblm umi
menikah bahkan di usia umi yg baru beranjak
dewasa. Umi persiapkan segalanya dari diri umi
dulu.
#nak umi sengaja mempersiapkan segalanya bukan
ketika umi sudah menikah, bukan ketika kau di
rahim umi, atau bahkan ketika kau telah lahir.
#nak kenapa umi jarang membeli makanan di luar
bersama teman-teman? umi lebih memilih belajar
memasak dari nenekmu agar kelak ketika umi
berumah tangga mampu memberikan makanan halal
thoyib dan asupan gizinya tercukupi.
#nak umi tau di era globalisasi, menyiapkanmu
menjadi anak yg shalih adalah dg berusaha
menjadikan diri umi ini shalih.
#nak umi menyayangimu sehingga umi berusaha
menuntut ilmu syar'I agar bisa menjadi madrasah
bagimu.
#nak umi tak ingin kau salah langkah hanya karena
kelalaian umi di masa muda. Kau adalah titipan dan
amanah yg harus umi siapkan untuk umat.
#nak sebelum umi mendidikmu, terlebih dahulu umi
mendidik diri umi agar layak menjadi panutan
untukmu.
#nak umi tau kau akan menjadi shalih dg izin Allah
dlm didikan org tua shalih. Maka istiqomah adlh cara
umi menunggu abi yg shalih untukmu.
#nak dimasa muda umi lebih memilih
menenggelamkan diri dlm lautan ilmu dr pd
mengikuti arus anak muda di masa umi. Itu krna umi
syg padamu.
Umi tak ingin kau malu di hadapan Allah karena
masa muda umi berpacaran, bertingkah ikut2an dan
bahkan menimbulkan murka Allah #nak
Biarlah #nak demi syg umi pd mu, masa muda umi
dicibir krna tak mengikuti tren, krn umi ingin kau
mengikuti tuntunan dlm Al Qur'an bukan tren
zaman.
#nak umi syg pdmu, shingga masa muda umi
gunakan brsama harakah2 di jalan Allah. Agar kelak
kau termotivasi mengikuti jejak umi karena Allah
#nak umi syg pdmu, shingga lisan umi harus terjaga
dr kata yg tak bermanfaat. Krna umi hendak
mengajarimu menjadikan lisan penuh manfaat.
#nak umi syg pdmu, umi tak ingin mendidikmu dg
limpahan materi tp dg kasih dan ilmu syar'I.
#nak umi mau kau jd tangguh, umi tidak akan
mengabulkan semua inginmu, meski hati umi iba tp
umi harus tegas demi masa depanmu.
#nak umi tak bisa memberimu kemewahan karena
itu hanya membawamu pada sebuah kelenaan,
karena umi ingin mendidikmu sbg pribadi pengasih
dalam kesederhanaan.
#nak umi menyekolahkanmu untuk mencari ilmu yg
bermanfaat bg umat, bukan ilmu yg kau aplikasian
untuk memanfaatkan umat.
#nak jika semua persiapan umi ini umi abaikan,
maka sama halnya umi mengabaikan dirimu. Umi
menyayangimu sehingga umi matangkan
persiapannya
#nak Allah masih beri kesempatan umi mulai dari
sekarang untuk mendidik diri umi sendiri sebelum
kelak Allah amanahkan untuk mendidikmu.
#nak sebenarnya masih banyak yg ingin umi
sampaikan pdmu, tp ini cukup mewakili surat
cintaku untukmu. Umi yg merindukan hadirmu.
.............................................
................................................
Saudariku muslimah, lahirnya generasi terbaik
adalah dari didikan seorang wanita tangguh.
Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta
sya’ban thayyibal a’raq“, ibu adalah sekolah utama,
bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah
mempersiapkan generasi terbaik.
Belajar # parenting itu penting, belum menikah
bukan berarti kita harus tutup mata dg ilmunya.
Rencanakan dg penuh kasih dan kematangan.
(copas dari tulisan seseorang di Komunitas Bisa
Menulis)

18 Okt 2013

Rindu dia

Bagaimanapun kekuranganmu
Apapun kata orang tentangmu
Aku Merindukanmu...
Aku selalu berharap...
Terus berharap...
Pada Dia yang semuanya didalam kekuasaannya...
Aku selalu berharap ada keajaiban...
Aku takkan pernah merasa malu memilikimu ...

Meskipun saat bersamamu selalu hatiku merasa khawatir., sedih., dan terkadang marah...
Aku tetap sayang dan selalu ada rindu buatmu...
I luv u brotha
Semoga allah swt selalu melimpahkan rahmatNya padamu

3 Jul 2013

It's About Friendship

28 Maret 2013
Bismillahirahmanirrahim
Memiliki teman itu rasanya…sesuatu banget. Apalagi kalau punya banyak teman. Rasanya hidup serba berkecukupan. Berteman membuat kita merasa lebih nyata di dunia ini. Banyak hal yang bisa kita dapatkan. Berbagai karakter dan berbagai latar belakang menambah warna kehidupan. Kadang kita dibuat menjadi dewasa, melankolis, happy dan kadang juga jadi childish. Itulah teman, banyak atau sedikit teman yang kita miliki. Hakikatnya adalah bukan kuantitasnya, tapi kualitas dari pertemanan kita itu sendiri. Tidak sedikit orang yang memiliki banyak teman, namun teman-temannya tidak sedikitpun memberikan dampak positif terhadapnya. Dan sebaliknya yang memiliki pertemanan yang berkualitas juga tidak sedikit. Beruntunglah orang-orang yang memiliki pertemanan dengan kualitas pertemanan yang mampu memberikan kebaikan bagi setiap jejak kehidupan.
                Satu hal yang ingin ku ungkapkan malam ini adalah tidak penting jumlah teman yang kita miliki dan seberapa lama waktu yang kita butuhkan untuk mengenal teman kita. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu memanajemen jalinan yang telah kita jalin di waktu dulu ketika hati telah terpaut untuk menjalin tali pertemanan. Karna, buruknya manajemen akan memicu kusutnya jalinan pertemanan dan keruhnya perasaan yang telah terlanjur membaur.

                Banyak faktor yang menyebabkan kita kehilangan orang-orang atau teman-teman yang selama ini telah berada dalam beberapa kisah hidup kita. Kadangkala waktu, jarak dan kesibukan membuat jalinan pertemanan menjadi kusut. Sebenarnya factor-faktor itu hanya kambing hitam yang selalu kita buat-buat sendiri. Semua itu tidak akan ada, jika kita mampu memanajemen pertemanan yang kita miliki. Contohnya jarak, terkadang karena jarak telah memberikan ruang untuk tidak bertemu, ha; tersebut membuat kita merasa enggan untuk berkomunikasi dengan teman kita, dengan alasan mungkin dia lagi sibuk, mungkin dia lagi gak mau di ganggu dan banyak alasan lainnya sehingga pada akhirnya kita menjadi merasa ya sudahlah, toh diapun tidak ada menghubungi kita. Coba kita fikir, mungkin saja teman kita juga berfikir seperti itu. Kalau sudah begini rasa rindu yang telah menggelayut lama di hati tidak akan menjadi kobaran kasih sayang lagi antara satu sama lain, melainkan menjadi tembok tinggi dan tebal. Sehingga kita dan teman kita akan menjadi orang asing seperti dulu lagi. Sayang Banget Bukan???

2 Jun 2013

Restu Papa dan Mama

Bismillahirrahmanirrahim...

Ma...Pa...
Izinkan adinda menuliskan sebait atau sebaris atau setangkai dua tangkai kalimat yang mungkin sangat jauh dari kata indah...

Duhai Allah aza wa jalla...
Yang maha rohman dan rohim...
segala puji hanya teruntuk Engkau ya Robb...
ku haturkan segala syukur dan terimakasihku...
karena Engkau telah menitipkanku kepada dua manusia yang begitu menyayangiku...
yang hingga saat ini aku memanggilnya mama dan papa...

Duhai Allah aza wa jalla...
Jika restu orangtua adalah restu Engkau pula...
Sungguh mereka adalah dua malaikat yang senantiasa merestuiku dalam setiap niat dan langkah baikku...
Tanpa restu dari mereka...
aku bagaikan pohon yang kehilangan penopang untuk berdiri
aku bagaikan tanaman yang kehausan
aku bagaikan jalanan antah berantah...
Robb...segala puji hanya untukMu...

ku titipkan cinta dan kasih sayangku pada mereka
karena aku tahu...hanya Kaulah yang tahu perasaanku...
Ya robb...Jika waktu itu tiba...
Ijinkanlah...
kami dikumpulkan di rumah terindah nan abadi...
dan berhimpun dalam kasih sayangMu...
aamiin...

Wallahu'alam...

Tak Ada Yang Abadi

Bismillahirrahmanirrahim...

Jika boleh aku bertanya...
Dimana saat ini kita berpijak?

emang sih, seperti pertanyaan lugu yang seolah tak berkualitas...
but it is about my feel...

Mungkin, semua kita akan menjawab...

Ya...di Dunia dong...tepatnya diatas bumi di bawah langit...

Yupz, kamu benar kawan...
Kita tengah berpijak di atas tanah yang layaknya syurga...
yang sering di juluki syurga dunia...
benarkan kawan...?
Bahkan sebagian kita merasa...inilah syurga yang selamanya menjadi tempat tinggal kita...
Benarkah kawan???

Jika Benar..., Aku ingin...
Sekarang juga...Detik ini juga kita sama-sama mengguncangkan jiwa kita...dan teriakkan...
SADAAAAAR....SADAAAAR,....SADAAAAR...

Dunia ini tak selamanya akan bisa bersama kita...
Dia akan tergulung bersama pekikan si Sangkakala...
Dia akan hancur dengan sekejap mata oleh perintah Sang Pemiliknya...

ya kawan...jika bumi saja begitu ta'atnya kepada Penciptanya, kenapa kita yang kecil ini sangat jauh dari kata ta'at???
padahal sejatinya kita sadar benar, bahwa kita tidak lahir, tidak tumbuh dan tidak hidup dengan serta merta dari kekuasaan kita sendiri, melainkan ada Dzat yang maha kuasa atas segalanya itu...yaitu Allah SWT...
Namun...kenapa tidak jarang fikiran kita selalu mengejar "dunia" padahal kita tahu...
bahwa...
dunia ini fana...
benarkan kawan?

Semua keindahan...Semua kemolekan...Semua kemilau dunia tak jarang membuat mata hati kita tertutup tirai "kehausan"...
Haus akan populeritas, haus akan harta, haus akan jabatan, haus akan sanjungan, haus akan kekuasaan dan model-model kehausan lainnya, yang selama ini sama-sama tengah kita alami...
astaghfirullahaladzim...
padahal terkadang tanpa kita sadari semua itu hanya membuat kita jauh...jauh...jauuuuh sekali dari Sang pemilik dunia dan diri yang kecil ini...
astaghfirullahaladzim...


kawan...apakah ada yang salah dengan kalimatku???
Jika ada...harap koreksilah...
diri yang kecil ini...

Wallahu'alam...

    

1 Nov 2012

PILIHAN


       Sulit rasanya mengambil sebuah keputusan yang berkaitan dengan pendamping hidup. Tiada rasa selain merana, kegelisahan hati yang umumnya dirasakan oleh seorang wanita jika usia telah beranjak senja namun pendamping hiduppun belum jua menghampiri. Hingga terkadang, pilihan dalam menentukan pendamping hidup tidak lagi berpatokan pada karakter atau sifat yang diperintahkan Nabi. Karakter yang menjadi patokan menguap bersama senjanya usia sang gadis.
        Memilih jalan untuk segera mengakhiri masa lajang bukanlah keputusan yang mudah, terkadang geliat semangat masa muda masih menjadi dinding untuk segera memilih hidup bersama pasangan. Tak ayal, sebagian pemuda yang memiliki keinginan menikahi seorang gadis harus mundur, karena alasan sang gadis yang diinginkannya memilih untuk melanjutkan studi ataupun karirnya. Alasan klasik lain adalah karena usia yang masih muda, ataupun kesiapan sang gadis yang belum matang untuk mendampingi dan mengurus pasangannya. Setiap pilihan sudah tentu ada resiko dan konsekuensinya. Namun, hanya sedikit yang berani untuk menghadapinya.
      So, ketika sebuah pilihan tersebut telah tiba nanti, berbuatlah sesuai dengan syari’at. Menyerahkan seutuhnya pada Sang Maha Tahu, Sang Maha Hidup, Sang Pemilik Rahasia dan Sang Maha Penguasa segalanya. Allah SWT lebih mengetahui apa yang dibutuhkan hambanya. Terkadang kita hanya melihat sebelah mata saja, tanpa melihat sisi lain yang diberikan oleh Allah. Maka, Sholat dan berdo’alah karena da’a adalah senjata orang-orang beriman. Selanjutnya bertawakallah pada Allah SWT. Dan ambillah keputusan yang kita yakini itulah pilihan dari Allah SWT.

Wallahu’alam…^^

           

21 Jul 2012

Perasaan yang Bicara

Ntah darimana ianya bermula
Dawai-dawai hati begitu lembut bergetar
Membawa nada syahdu yang menyusup pelan ke dalam bilik hati
Menggoda rasa untuk terus merawatnya
Membangkitkan sebuah asa untuk memilikinya

FitrahNya begitu manis
Membuai jiwa  terlelap dalam buaian rasa dan asa
Berharap bertemu dalam kesyahduan kasihNya
Semoga harapan tak lekas menguap oleh kebisuan kata

Inilah jika perasaan yang bicara
Untaian kata tak lagi mampu melukiskannya
Hanya kebisuan yang mampu mendengar jeritan nada cinta
Mengoyak jiwa yang berharap kasih
Menyatukan dua hati dalam mahabbah padaNya

13 Jul 2012

Dia bukan dia



Kenapa terasa begitu rumit dan begitu berliku
Kenapa terasa begitu sempit dan begitu merana
Adakah ianya perasaan yang disusupi  tiupan syaiton?
Jika boleh mengungkapkan rasa
Ingin sekali langkah ini tuk lekas berlari menghampirinya
Jika boleh melepaskan rasa yang terkungkung dalam sangkar
Ingin sekali sayap ini tuk lekas mengudara bersamanya
Namun,
Tidak!
Tidak akan!
Tidak boleh!
Karna aku begitu mencintai dan menyayanginya
Biarlah ianya tetap tersimpan didalam naungan kasihNya
Biarlah ia terpenjara dalam sepinya nafsu
Agar cahayanya tidak pernah redup
Agar warnanya tidak pernah mengeruh
Agar kobarannya tidak pernah padam
Agar lautannya tidak pernah surut
Biarlah ianya hanya menaungi sedikit dan sekedarnya saja dalam bilik sanubari
Karna yang seharusnya memenuhi setiap sudut bilik sanubari hanya Dia bukan dia



10 Jul 2012

Suratan Illahi

Cinta berkabung di penghujung fajar
Simpan rapi harapan yang telah terajut

Walau dengan tertatih
Harapan baru mulai terajut
Meniti jembatan untuk menuju cinta yang telah menjadi suratan Illahi

Walau air mata harus menjadi penghias di tiap harinya
Namun, perjalanan hidup harus tetap diarungi
Hanya Ikhlas dan tawakal padaNya yang menjadi penopang segumpal daging yang rapuh

Permata dunia akan diraih
Jika segumpal daging itu meraih putih sebelumnya

Kejernihan fikiran dan kesucian azam
Membawa pada keyakinan padaNya

Keterpurukan hati dan peratapan
Hanya melukiskan lemahnya keyakinan padaNya

Ikhlas terhadap Suratan Illahi
Semoga menjadi kunci untuk bertemu denganNya


27 Jun 2012

Jerat Cahaya

Biarlah jika begini akhirnya...
Titisan air mata yang membanjiri wajah, takkan menjadi penghalang gerak langkah
Sayatan luka yang tengah menganga di hati, takkan menjadi kunci untuk tertutupnya pintu-pintu kesempatan lainnya

Jeritan nurani yang berontak biarlah lepas hingga terdengar di ujung langit sana
Layaknya dentuman petir yang menggelegar di setiap ujung jagad raya
Agar takkan ada lagi tangis kedua, ketiga dan seterusnya
Jikalaupun ada tangisan
Berharap itulah tangisan terakhir
Yang ianya adalah jawaban dari segala tanya kehidupan

Langkah ini sudah tak sanggup bertahan terlalu lama dan takkan melepasnya untuk bergerak ke belakang
Karena,  entah sampai kapan cahaya itu terus melambai-lambaikan mimpi
Membawa jiwa menari dan raga getar

Cahaya itu terus menggoda...
Takkan rela membiarkannya redup hanya karena ini dan itu
Hingga merelakan jiwa dan raga terjerat olehnya...
Semoga ianya mampu menggiring jiwa dan raga bertemu dengan Sang pemilik Cahaya

17 Agu 2011

17 Agustus 2011 - 17 Ramadhan 1432 H

17 Agustus 1945 M - 8 Ramadhan 1364 H dulu
17 Agustus 2011 - 17 Ramadhan 1432 H sekarang
Subhanallah... 
Keajaiban itu terulang kembali...
Di bulan yang penuh dengan limpahan berkah dan rahmatNya ini hari kemerdekaan itu terulang kembali...
Rasa bahagia, haru, merdeka dan kemengan dulu sempat terukir di hati para pejuang Bangsa Indonesia...
Sungguh kebanggan bagi seluruh bangsa Indonesia yang telah merdeka dari diktator penjajah...
Bangsa mulai menopang badannya sendiri bangkit dari segala bentuk keterpurukan...
berkumandanglah lagu kemerdekaan ke seluruh pelosok dunia...
Indonesia raya...
Merdeka-merdeka...
...
Tahun kemarin
Tahun ini
"Merdeka" dipertanyakan kembali
Benarkah kita sudah benar2 merdeka???
Dengan segala bentuk kezaliman di Bumi Merah Putih
penduduknya kini mulai merasa masih terbelenggu dalam ketidakmerdekaan
Kezaliman pemerintah
Kezaliman Sistem
Kezaliman Saudara terhadap saudaranya yang lain
Astaghfirullah...
Apa sesungguhnya makna sebuah kemerdekaan???
Bukankah kebebasan???
ataukah kebahagiaan yang seharusnya dirasakan tiap penduduk bumi merah putih???
...
ya, kini masih banyak penduduk bumi merah putih yang belum mendapatkan kemerdekaan atas dirinya
mungkinkah HUT RI ke 66 hari ini hanya seremonial belaka... tidak hanya hari ini, tapi juga hari2 kemarin...
Indonesia!!!
Mari Kita Rebut Kemerdekaan!!!
Merdeka dalam Diri!!!

16 Agu 2011

Haruskah begitu???

Kau Indah...
Bahkan Sangat Indah...
Pesonamu mampu menghipnotis dunia
Seandainya kau tahu...
Betapa kau menjadi pusat perhatian
Tiada yang bisa menolak kerupawananmu
Semua mata terpukau
...
Namun, Haruskah begitu???
Astaghfirullah
Sungguh tak mampu mengungkapkannya
Busanamu...
Dandananmu...
Seronoknya penampilanmu...
Lenggak lenggok jalanmu...
Mendayunya bicaramu...
Innalillah...
...
Duhai Sobat...
Bukankah kau adalah permata dunia???
Baik buruknya sebuah negara tergantung baik atau tidaknya dirimu, bukankah begitu???
...
Sadarkah???
kaulah IBU pelahir generasi
mau dibawa kemana generasi penerus bangsa
jika si pendidiknya jauh dari keteladanan
mau dibawa kemana dunia 
jika kita sendiri yang memporakporandakan akhlak
Naudzubillah...
Sungguh Allah lah Yang maha Pengasih dan Pemaaf
...
Semoga nanti jika Generasi-generasi yang kau lahirkan itu telah hadir
Ku harap mereka tidak akan pernah berkata lagi
"Haruskah begitu?" tentang kita, kamu dan mereka duhai calon Ibu...

Wallahualam

15 Agu 2011

Jangan Sesali

Tamu agung itu datang kembali...
Puji Syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan untuk bertemu dengannya kembali
...
Hari ini, saat jari jemariku menari-nari diatas keyboard Si Lapy sudah 15 hari kau bersamaku wahai tamu Agung...
Tahukah kau, sebelum kau tiba
wangi kedamaian yang kau bawa telah merasuk ke bilik hati setiap insan yang bernyawa
betapa tidak duhai tamu Agung...
Allah Swt telah mengirimkan engkau kepada ku, kami dan mereka dengan berbagai paket pahala yang berlimpah-limpah
Duhai tamu agung Si Ramadhan yang membawa kesejukan, kedamaian dan kedahsyatan
Ramadhan...
ketampananmu memesona tiap orang...
merasuki si pemilik jiwa yang tengah dimabuk cinta Sang Maha Cinta
betapa tidak, saat kau tiba orang2 berlomba-lomba menjubahi auratnya
betapa tidak, saat kau tiba rumah ibadah dipenuhi dengan lantunan kalamNya
betapa tidak, malam yang biasa sepi kini terdengar gemericik air wudhu yang membahana, lantunan do'a pun menderu dari berbagai penjuru dunia
Duhai Ramadhan...
Andaikan kau ada disetiap bulannya...
Andaikan kau singgah barang beberapa kali saja... dalam kota Hijriyah...
Hmmm... sungguh kan terasa indahnya alam ini...
dimana, bertebaran kebaikan disegala sudut pemandangan dunia...
karna, semua yang berfikir pastilah akan sadar bahwa disinilah dimana setiap amal dilipatgandakan, dimana setiap permohonan tobat diampunkan... karna kaulah bulan maghfirah...
Duhai Ramdhan...
Walau demikian...
sungguh hatiku terasa tergores sembilu
ketika masih saja ada yang tidak mempedulikan kedatanganmu
seolah2 merasa akan hidup seribu tahun lagi
Astaghfirullah...
Semoga Allah memberikan Hidayah Itu..
...
Duhai Sobat yang ku cintai karnaNya...
Jangan Sesali
Jika sekiranya Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terakhirmu
Jagan Sesali...
Jika Allah telah mengirimmu ke sebuah alam yang disana tak kau rasakan lagi kenikmatan bersama Ramadhan...
...
Wallahualam...