Tampilkan postingan dengan label Unek-Unek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unek-Unek. Tampilkan semua postingan

5 Feb 2016

Like Parents Like Children

Bismillahirrohmanirrohim...

Dengan melihat, mendengar, dan terlibat di dalamnya.
Aku sepakat dengan kalimat yang mengatakan "buah jatuh tidak jauh dari pohonnya" atau bahasa kerennya "like father like son/ daughter" kalo bahasa keren dariku "like parents like children".

Sifat seorang anak tidak akan jauh-jauh dari sifat orangtuanya. Ya, ini lah yang aku dapatkan di dalam pikiranku malam ini. Sikap/tabiat/akhlak seorang anak bisa dikatakan 95% dipengaruhi oleh "didikan" orangtuanya di dalam keluarga.
Anak yang ber-IQ tinggi mungkin tidak akan ada "apa-apanya" jika orangtuanya tidak mampu menghadapi kecerdasan anaknya, dan begitu juga anak yang ber-IQ rendah akan menjadi "apa-apa" jika orangtuanya mampu mengahadapi kelemahan anaknya.
Hal tersebut sudah banyak terjadi, seperti info-info yang telah banyak dikabarkan dari stasiun pemberitaan.

Banyak anak-anak yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata namun karena faktor X yang harus ia hadapi di lingkungan keluarganya anak tersebut harus menerima hukuman dari secuail "kebodohan" yang ia anggap kebenaran.
Seperti sebuah kisah yang pernah saya dengar, seorang anak yang cerdas harus hidup di dalam kurungan jeruji besi, karena membunuh orang yang telah menyakiti ayahnya. Kecerdasannya terlihat, ketika ia dapat berkali-kali kabur dari penjara dengan alasan hanya untuk menjenguk ibunya di rumah. Tentu saja dia kabur dengan kecerdasan dan ilmu pengetahuannya. Meskipun setelah kabur, dia akan kembali ke rumah yang memiliki kamar berpintu jeruji besi itu.(Penasaran dengan artikelnya? o_O cari sendiri ya n_n).

Begitu pula dengan orangtua yang memiliki persiapan matang dalam menghadapi anaknya yang berkebutuhan khusus. Anak-anak yang luar biasa menampilkan keahliannya dalam bidang A/B/Z meskipun dalam "keterbatasannya/kelemahannya".
Anak-anak tersebut tentu saja tidak secara mandiri mengasah kemampuannya yang mungkin jika dibayangkan oleh orang normal serasa tidak mungkin. Tetapi, hal tersebut menjadi mungkin karena anak-anak tersebut berada di tangan yang "siap". Yup, tangan itu adalah tangan orangtuanya.
"Nothing is impossible, isn't it?"

Ketika seorang ayah atau ibu mampu merubah kelemahan menjadi kekuatan dengan do'a dan usahanya, hal tersebut tidak mungkin menjadi sesuatu yang mustahil. Seseorang yang ber-IQ rendahpun mampu melakukan hal-hal yang amazing (dikalangannya).

----
Aku menjadi berfikir tidak mudah menjadi orangtua, banyak yang harus dipersiapkan. Mempersiapkan mental dan ilmu menjadi seorang ayah atau ibu yang sholeh/sholeha tidaklah cukup. Ada hal yang harus dipersiapkan yaitu ilmu dan mental dalam mendidik anak, karena anak adalah amanah, jadi wajib diurus. Sebagai seorang manusia, tentu saja kita selalu bermimpi dan berharap bahwa setelah berumah tangga semua akan berjalan mulus, bahagia dan baik-baik saja. Namun, siapa yang bisa menjamin?, karena semua adalah rahasia illahi.
Untuk mendidik dan mengurus anak tentu saja tidak menjadi tanggung jawab satu orang saja misalnya ayah atau ibu, melainkan ayah dan ibu. Menurutku ini adalah teamwork, jadi tidak bisa seorang ayah menuntut seorang ibu yang harus mendidik anak-anaknya 100% atau sebaliknya. Jika ingin memperoleh anak yang memiliki akhlak baik tentu saja peran orangtualah yang patut dijalankan. Bukan malah tawakal pada guru-guru mereka disekolah, karena setinggi apapun pendidikan yang dibiayai orangtua pada anaknya tidak menjamin akhlak seorang anak. Akhlak anak dibentuk sejak ia kecil, remaja, dan hingga dewasa, semua itu tidak lepas dari hubungan mereka pada orangtuanya.

Wallahualam.
Itulah hasil pemikiranku malam ini.

(Jika salah, mohon maafkan) karena, aku belum menjadi seorang ibu, apalagi seorang istri.
Intinya adalah bagaimanapun jadinya akhlak seorang anak yang lahir kedunia ini bergantung pada tangan yang menyambutnya.



Nite ^_^
--ditengah keheningan di desa tanjung gading--

31 Jan 2016

Kun Anta Tazdada Jamala | حمود الخضر - كن أنت

Kun Anta Tazdada Jamala

(Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang sedia ada)

Ini merupakan sebuah lagu dari Humood Alkhudher yang berjudul Kun Anta.

Lagunya easy listening , orang yang menyanyikan juga good looking hehe, dan yang tidak kalah menarik adalah makna dari lagu ini.

Ini bukan bagian dari promosi, tetapi ingin sedikit berbagi lagu yang penuh dengan makna ini.

Lebih kurang beginilah bait lagu Kun Anta + terjemahan bahasa indonesianya (yang aku dapatkan dari mesin pencarian google)


 لأجاريهم، قلدت ظاهر ما فيهم
Liujarihim, qoldat tu zohiru ma fihim
Ketika ingin bersaing dengan yang lain, aku ingin meniru perwatakan luar dan dalamnya.
فبدوتُ شخصاً آخر، كي أتفاخر
Pabadautu shakhson a-khar, kai atafa-khar,
Jadi aku boleh jadi seorang yang lain hanya untuk berbangga
و ظننتُ أنا، أنّي بذلك حُزْت غنى
Wa zonan tu ana, anni bizalika huztu ghina,
dan aku sangka jika aku lakukan seperti itu aku akan dapat kelebihan
فوجدتُ أنّي خاسر، فتلك مظاهر
Fawajad tu anni kha-sir, fatilka mazohir,
Tetapi yang kuperolehi hanyalah kerugian di atas perwatakanku ini.
لا لا لا نحتاج المال
La la, La nahtajul ma-la,
Kita tidak memerlukan harta 
كي نزداد جمالا
Kai nazdada jama-la,
untuk menambahkan kecantikan,
جوهرنا هنا
Jauharna huna,
 kecantikan dalaman (jauhari) ada di sini
 في القلب تلالا
Fi qalbi talala,
 di dalam hati ia bersinar.
,لا لا نرضي الناس بما لا
La la, Nurdhin nasi bima-la,
kita tidak perlu memandang pandangan orang lain untuk apa yang tidak ada,
,نرضاه لنا حالا
Nardhohu la na ha-la,
 yang tidak sesuai dengan kita,
,ذاك جمالنا 
Za-ka jamaluna,
 itulah kecantikan kita,
يسمو يتعالى
Yasmu yataa’la
 semakin bertambah hingga ke atas.
كن أنت تزدد جمالاً
Kun anta tazdada jamala
Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang sedia ada
أتقبّلهم، الناس لست أقلّدهم
Attaqabbalhum, anna-su lastu qalliduhum,
Sungguh aku menerima mereka tetapi tidak pula aku meniru perwatakan mereka
 إلا بما يرضيني، كي أرضيني
Illa bima yurdhi-ni, kai urdhi-ni,
melainkan apa yang aku terima itu aku telah ridha.
سأكون أنا، مثلي تماما هذا أنا
Sa akunu ana, mithli tamaman hazana,
 aku ingin menjadi seperti diri aku sendiri inilah aku
فقناعتي تكفيني، ذاك يقيني
Fakona a’ti takfini, za-ka yaqi-ni,
 hal ini kurasakan sudah cukup dan aku sangat pasti
لا لا لا نحتاج المال
La la, La nahtajul ma-la,
Kita tidak memerlukan harta 
كي نزداد جمالا
Kai nazdada jama-la,
untuk menambahkan kecantikan,
جوهرنا هنا
Jauharna huna,
 kecantikan dalaman (jauhari) ada di sini
 في القلب تلالا
Fi qalbi talala,
 di dalam hati ia bersinar.
,لا لا نرضي الناس بما لا
La la, Nurdhin nasi bima-la,
kita tidak perlu memandang pandangan orang lain untuk apa yang tidak ada,
,نرضاه لنا حالا
Nardhohu la na ha-la,
 yang tidak sesuai dengan kita,
,ذاك جمالنا 
Za-ka jamaluna,
 itulah kecantikan kita,
يسمو يتعالى
Yasmu yataa’la
 semakin bertambah hingga ke atas.
كن أنت تزدد جمالاً
Kun anta tazdada jamala
Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang sedia ada
سأكون أنا، من أرضى أنا، لن أسعى لا لرضاهم
Saakunu ana, man ardho ana, lan asa’ la liri dhohum,
Aku akan jadi mengikut kemampuan diriku aku tidak perlukan orang lain menerimaku
 وأكون أنا، ما أهوى أنا، مالي وما لرضاهم
Waakunu ana, ma ahwa ana, ma-li wama liridhohum,
aku akan jadi apa yang aku suka kenapa aku perlu peduli tentang penerimaan mereka terhadapku
سأكون أنا، من أرضى أنا، لن أسعى لا لرضاهم
Saakunu ana, man ardho ana, lan asa’ la liri dhohum,
Aku akan jadi mengikut kemampuan diriku aku tidak perlukan orang lain menerimaku
 وأكون أنا، ما أهوى أنا، مالي وما لرضاهم
Waakunu ana, ma ahwa ana, ma-li wama liridhohum,
aku akan jadi apa yang aku suka kenapa aku perlu peduli tentang penerimaan mereka terhadapku
لا لا لا نحتاج المال
La la, La nahtajul ma-la,
Kita tidak memerlukan harta 
كي نزداد جمالا
Kai nazdada jama-la,
untuk menambahkan kecantikan,
جوهرنا هنا
Jauharna huna,
 kecantikan dalaman (jauhari) ada di sini
 في القلب تلالا
Fi qalbi talala,
 di dalam hati ia bersinar.
,لا لا نرضي الناس بما لا
La la, Nurdhin nasi bima-la,
kita tidak perlu memandang pandangan orang lain untuk apa yang tidak ada,
,نرضاه لنا حالا
Nardhohu la na ha-la,
 yang tidak sesuai dengan kita,
,ذاك جمالنا 
Za-ka jamaluna,
 itulah kecantikan kita,
يسمو يتعالى
Yasmu yataa’la
 semakin bertambah hingga ke atas.
كن أنت تزدد جمالاً
Kun anta tazdada jamala
Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang sedia ada
Menarik bukan, oya tidak lagu namanya jika tidak ada musiknya.
Baiklah ini adalah lagu yang dinyanyikan oleh si cakep Humood Alkhudher. (check it out)
 
I love this song ^_^
 

Tidak Tahu Mau Mulai Lagi dari Mana

Bismillahirrohmanirrohim...

Kalimat itu..., seharusnya judul itu tidak akan tertulis demikian, karena akhirnya aku tahu aku harus mulai dari mana, ya itu aku harus mulai dengan kalimat basmalah...^_^

Tapi, yang aku maksud bukan itu, aku binggung mau mulai dari mana, aku bahkan tidak tahu apa saja yang telah aku kisahkan dan ceritakan di diaryku ini. Padahal, aku sudah menuliskan di post-anku sebelumnya bahwa aku akan menulis kembali.
Hmmm, aku jadi merasa tidak bertanggung jawab dengan tulisan dan janjiku pada diaryku ini.

Setiap aku ingin menulis, aku berfikir ulang apa yang enaknya aku ceritakan dan kisahkan. Apakah harus runut untuk setiap perjalanan yang telah aku lalui? atau tidak apa jika aku menuliskannya secara random?

Ah! entahlah aku sunggu "Tidak Tahu Mau Mulai Lagi dari Mana" koneksi intenet kadang ada kadang tidak, ide cerita yang ngambang, dan rasa malas yang menghantui selalui saja membuat jari dan otakku malas untuk memulai.

Tapi, sekarang setelah koneksi bagus dan keinginan menulis muncul lagi, aku tidak kuat mengusir rasa malas itu.
Hmmm, tapi sudahlah, aku tidak berharap banyak yang membaca diary ku ini, tapi tidak naif juga jika ada beberapa yang membaca hehehe

Semoga, aku bisa menulis itu yang paling ingin aku wujudkan. Walau random dan kadang terkesan gantung. Aku ingin mengisi kembali diary ini... :D

Sudah banyak momment yang diary ini lewatkan. Semoga aku masih mengingat detail momments itu...

Agar nanti, ketika aku tua, aku bisa melihat-lihat kembali apa saja yang telah aku tulis, bagaimana rasa tulisanku, dan apa tanggapan "mereka" hahaha

udah ah! curhat sama kamu, kamu cuma diem aja, pasrah dengan apapun kata yang ukir di badanmu.

daaaa....

Awal tahun kita mulai menulis lagi, dimlai dari bulan JANUARI, walau ini udah akhir bulan hahaha 31 Januari 2015 :P

"lebih baik dipenghujung bulan, daripada kelewatan bulan"

Wassalam

14 Mei 2015

Meminta Bantuan (Validasi Instrumen)

Bismillahirrahmirrahim...

Saat ini aku sedang berada pada posisi menanti. Menanti hasil dari validasi experts terhadap instrumen penelitian yang telah aku berikan pada hari senin lalu tepatnya pada tanggal 11 Mei 2015.

Hasil dari validasi itu bukanlah akhir dari tujuan Thesisku, hal itu melainkan adalah awal dari aku melangkah untuk melakukan penelitian.

Instrumen penelitian yang divalidasi ada dua, yang pertama adalah rubrik penilaian praktikum dan yang kedua adalah tes tertulis yang telah aku terjemahkan.

Khususon  untuk instrumen penelitian tes tertulis aku sedikit mendapat hambatan, karena aku harus mencari expert di luar jurusaku (kimia). Aku harus mencari expert dalam bahasa Inggris.

Memang, kalo meminta bantuan itu kita harus pasang muka manis. Ya...namanya juga minta tolong, masa mau maksa dan marah-marah, yang ada nanti orang yang kita minta tolongin malah balik kanan -_-

Baiklah...aku sudah merasa jual tampang(wajah) semanis semangka dan aku juga udah mendendangkan pertolongan pada beberapa expert (rekomendasi teman-teman terbaik).
Ya...seperti pengamen yang tengah meminta uang cibu pada sasarannya, begitulah kondisiku saat ini yang sedang meminta bantuan pada orang yang tidak aku kenal. Meski sudah mengeluarkan aura positif pada sasaran, tetap saja semua itu terserah sasaran tersebut, mau ngasih atau menolak.

Tapi.................................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Keep Khusnudzon!!!!
Hatinya milik Allah SWT.

Saat ini Do'a adalah hal terbaik yang bisa aku lakukan...

Wallahualam

Menulis Kembali

Bismillahirrahmanirrahim...

Alhamdulillah akhirnya aku menulis kembali setelah sekian lama vakum. Ibarat rumah mungkin blog ini sudah banyak sarang laba-labanya :)

Tapi tidak apalah lebih baik kembali daripada pergi selamanya.
Seperti kata Vin Diessel di Film Fas Farious 7 sejauh apapun kamu pergi, rumah adalah tempat kembali yang paling tepat (lebih kurang sperti itu sih) intinya begitu.

Semenjak semester 3 sampai sekarang semester 4 aku tidak terlalu produktif untuk menghiasi rumahku sendiri.

Sekarang dipenghujung semester 4 aku akan memulainya kembali. Walaupun nantinya tidak sesering mungkin hehehe...

Selain itu, aku masih banyak hutang yang belum ku lunasi pada tiap pos pada blog ini.
Banyak perjalanan (travelling) ku yang belum aku kisahkan disini, diantaranya kisah Yogyakarta (1) ku yang belum rampung, kisah semarang, surabaya, pare, dan perjalanan lainnya.

Semoga aku bisa mengemasnya dengan apik (i'm a Mrs Going to) :(

Ok, untuk halaman ini aku sudahi saja. Aku akan lanjut ke topik berikutnya dihalaman yang baru. ^_^

7 Jun 2014

Diam dalam Sikap, Agresif dalam Do'a

Diam dalam sikap, namun agresif dalam do'a. Ku fikir itulah simpulan yang tepat dari obrolan grup whatsapp kami  ^_^

Sore itu, guru spiritual mengirimkan komik singkat ke grup kami. Karena proses loading yang lama, aku belum tertarik untuk membacanya, namun setelah ku lihat lagi percakapan di grup itu, ku lihat ada yang berkomentar, komentarnya cukup membutku penasaran dengan komik singkat itu.
Halaman pertama, bertuliskan judul Ketika Kau Jatuh Cinta.


Aku yang suka iseng, langsung nyeletuk di grup itu...dan teriak ke guru spiritual "order 1 yang seperti daud (nama ikhwan di komik itu)" Hehe cuma becanda aja sih sebenarnya...:P

Guru spiritualpun menanggapi celetukanku itu, dengan imote orang berlari beliau berkata, "saya sudah berlari dari tadi..."
Haha, ku kira beliau mau mencari daud, ternyata lanjutan komen beliau membuat kami speechless. (Daudnya nggak suka akhwat agresif daudnya suka sasi seperti yang di komik tadi diam-diam saja dalam do'a)

oh my GOD!!!! terdiam seribu kata deh diriku...

Namun, temenku nyeletuk menanggapi komen sang guru, dia bilang, "tapi khadijah juga meminta kan?"

Kemudian beliau mengomentari dengan kalimat yang membuat kami semakin speechless

(kalau berani seperti khadijah itu bagus..., meminta bantuan mak comblang untuk menghubungkan dengan Muhammad SAW. Kkhadijah tahu diri, cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Khadijah punya self control dan self confidence yang baik, dia sadar juga punya status diri yang bagaimana, jadi dia berani nembak duluan. Karna khadijah yakin cintanya tak bertepuk sebelah tangan. sementara Muhammad SAW hanyalah lelaki sederhana, beliau yatim, punya kualitas dan standar calon istri, tapi apalah daya, beliau menyukai wanita sekelas khadijah, namun beliau menghubungkan rasa cintanya kepada sang pemilik cinta, yaitu Allah Azza wa jalla) lebih kurang begitu komennya ^_^

 Deg! Nancap di hati euy!!! ^_^ 

Pesan beliau : "Jadi...adik-adikku yang sedang dirundung gundah gulana, masalah jodoh itu hanyalah masalah mencocokan segala keinginan dengan takdir Allah SWT, dimana kita disitulah akan bertemu jodohnya, dimana keimanan kita, dimana kesabaran kita, dimana batas kita, disitulah jodoh kita. So seperti sasi di komik tadi, berdoa saja dan meminta kepada yang Maha pemilik hati"

#aku hanya terdiam, tak berani berceletuk lagi...:(

Sambil ikhtiar meningkatkan kuakitas diri jika ingin jodoh yang berkualitas...(lanjut sang guru) 

^_^
----

Inilah kutipan do'a sasi, yang menyimpan perasaan kepada daud ^_^
Ya allah, hamba tahu, 
do'a hamba ini terdengar lancang
jujur hamba memang suka sama daud...
hamba menjaga, jangan sampai perasaan ini menodai hati hamba...
kalau daud memang jodoh hamba, 
pertemukan kami kelak dengan cara yang baik
kalaupun bukan, kuatkan hamba untuk menjaga hati...
karena hamba yakin keputusan mu adalah yang terbaik...
aamiin..

---
dan...ending kisah ini adalah...
do'a sasi tak perlu menunggu waktu yang lama untuk di jawab allah SWT ^_^
karna tak berselang beberapa hari daud sudah meminta sasi pada orang tuanya...\
Dan...orang tua sasi menyukai daud...dengan ketawdhuan, keberanian dan kejujurannya

(So Sweet)

***

Sungguh allah lebih mengetahui yang terbaik untuk hambanya...
kuncinya hanya S.A.B.A.R dan D.O.A

Semoga sabar dan do'a menenangkan hati yang dirundung "R.I.N.D.U"
Jika R.I.N.D.U memancig diri untuk menyulut C.I.N.T.A dengan api syahwat, maka itulah U.J.I.A.N
Untuk itu...gencarkan D.O.A luruskan N.I.A.T karena Allah takkan menguji kita diluar batas kemampuan kita...

Allah SWT sangat sayang pada kita...^_^

wallahualam


5 Mei 2014

TAKWA

Hari ini 04 Mei 2014.
Di lingkaran kecilku, membahas tema Takwa.
Bahasan yang tida asing bukan?
Memang tidak asing, namun untuk mencapai derajat takwa itu tidak mudah bukan?
Yah...mungkin itulah tujuan guru ngajiku membahasnya kembali. Dalam rangka mengingatkan dan memotivasi tiap mata yang ada disana untuk meningkatkan derajat takwanya.

Ada poin-poin penting yang disampaikan beliau.
Nanti akan aku masukkan juga dalam tulisan ini.
Yang menggelitik pikiranku adalah sebuah kalimat yang keluar dari guru ngajiku. 
"Jika mereka beriman, tak mungkin mereka mentag-tag akhwat" begitulah lebih kurang kalimatnya.
Aku tertegun, hmmm benar. Jika dikaitkan dengan poin maeri yang disampaikan oleh beliau. Kalimat itu 100% benar. Jika seseorang bertakwa pad Robb nya, kenapa ia khawatir atau mencemaskan siapa yang akan menjadi pasangan hidupnya? Apa yang akan menjadi masa depannya dan bagaimana kehidupan di keesokan harinya?

Berikut catatan yang aku tuliskan :
Secara bahasa, tawakal adalah : 
Menyerahkan, mempercayakan, mewakilkan

Menurut imam Ahmad, tawakal adalah :
Perbuatan hati dan bagian dari ilmu pengetahuan

Menurut Ibnul Qoyyim, tawal adalah :
*Ubudiyah hati
*Menyandarkan diri kepada Allah SWT saja
*Tsiqoh hanya pada Allah SWT saja
*Berlindung kepada Allah SWT atas segala gangguan dan cobaan
*Ridho atas apa yang menimpa dirinya
*Yakin bahwa Allah SWT yang mencukupi
*Mekanisme pertahanan mental
*Harus ada sebab-sebab sebelum menjalankannya (red: ikhtiar)

Mengapa Perlu tawakal :
1. Karena Allah SWT mencukup kita
2. Allah akan memberi rasa tenang
3. Allah akan memudahkan segala urusan
(Qs. At-talaq ayat 3)

Ciri-ciri orang tawakal :
1. Dinamis (Selalu punya ide untuk membuat hidup lebih enjoy)
2. Orang yang tidak mudah depresi
3. Mempunyai kemampuan iradah al qodiyah
4. Berhak memasuki janah.

Ya begitulah sekilas tulisan yang bisa aku rekam.

Ada terselip sebuah kisah. Tentang sepasang insan yang dipertemukan di jalan yang mulia...hoho 

Begini kisahnya.
Sebut saja namanya imam. Dia sangat ingin menikah. Namun, ia belum tahu akan menikah dengan siapa. Anehnya, 3 malam berturut-turut ia memimpikan sebuah nama yang sama. Akhirnya, ia pergi keguru ngajinya, mengatakan niatnya untuk menikah, dan langsung menyodorkan nama yang ia peroleh dari mimpi itu. Padahal ia sendiri tidak tahu siapa si pemilik nama yang sering hadir dalam mimpi itu. Guru ngajinya menanggapinya dengan bijak. Dan ternyata gayung bersambut, ternyata si guru ngaji tengah memegang biodata akhwat yang diantara tumpukan biodata itu, ada satu nama yang benar-benar serupa.
Tanpa A, I, U, E dan O. Pria yang baru meneyelesaikan pendidikannya di bangku SMA tersebut, dengan tekad dan keberanian melanjutkan niatnya.
Hingga pada suatu hari ia menemui orang tua dari si gadis yang terpaut usia 10 tahun diatasnya.Tentu saja orangtua si gadis tidak menyetujui niat pemuda itu, karena masalah usia yang terpaut jauh dari anaknya. Pinangan pertama yang ditolak tak membuat si Imam gentar. Ia datang kembali menemui orangtua si gadis, dan ternyata alasan lain adalah kakak dari si gadis akan menikah, ditolak lah lagi pinangannya. 
Dua kali ditolak, membuat si Imam semakin bersemangat sepertinya. Ia kembali menemui orangtua si gadis, hingga orangtua si gadis bingung, kenapa si Imam sebegitu nekad dan tidak patah arang, dan akhirnya terkisahlah oleh si Imam terkait mimpiya. Dan berkat rahmat Allah SWT merekapun menikah.

Ini adalah sebuah kisah nyata yang diceritakan oleh guru ngajiku. dengan sedikit polesan dariku, namun tak mengurangi esistensi kisahnya.

Sebenarnya ada sebuah kejanggalan ya? kenapa si Imam bisa peroleh mimpi itu dan benar-benar yakin dengan pilihannya?

Hmmm, dan apa kaitannya dengan tawakal?

Nah, itu dia. Itulah Muraqobah (kedekatan hamba pada robbnya). Usut punya usust ternya si Imam tidak pernah melepaskan dzikirnya pada Allah SWT dan tidak pernah tinggal Qiyamul Lailnya. Penyerahan dirinya seutuhnya pada Allah berbuah manis. Dan keyakinannya terhadap apa yang diberikan oleh Allah SWT membawanya semakin dekat dengan Allah SWT.

MasyaAllah...begitulah salah satu kisah...yang ternyata ini si pria sholeh itu adalah guru ngajinya guruku...hohoho...

So....
Tak usah gelisah menanti yang sudah ditetapkan oleh ALLAH SWT.

Ketenangan hadir di hati bukan di lisan.
Lisan boleh berkata tawakal. Namun, Hati lebih penting untuk menjalankannya.
Hati yang tawakal akan memancarkan ketenangan...

Wallahualam...^_^

3 Mei 2014

Just One Day (Part 2)

30 April 2014, 05.30 pagi
-Lempuya-
Kami udah disambut oleh salah seorang teman di stasiun lempuya.
Satu tujuan ketika turun dari kereta adalah mushollah. Kami mengurus diri masing-masing untuk menunaikan sholat subuh. Usai sholat dan sebelum melanjutkan perjalanan sekeliling jogja enakan pose dulu ^_^v
...
...
Mungkin fisik tak terasa lelah karna hati begitu exited karna telah tiba di kota pelajar.
Aku dan teman-teman seperjalanan menuju kos-kosan adik tingkatku juga yang sedang study di pasca UNY. sejenak beristirahat dan mengumpulkan energi untuk melanjutkan trip ke magelang.
Sekitar 10.30 pagi
Aku l*s* dan l*z* dijemput oleh mereka.
Tujuang magelang. BOROBUDUR cuy!
So amazing this travel.
Disana aku juga dapat banyak informasi dari salah seorang adik tingkat yang bercerita bahwa sebenarnya borobudur ini ada kaitannya dengan sejarah nabi sulaiman dan ratu bulqis..*kisahnya ntar kita cari sama-sama ya.
Ini foto-foto yang sempat kami abadikan disana yang merupakan salah satu keajaiban dunia itu.
...
...
Yang perlu dicatat disini adalah...
Kami bisa GRATIS masuk k BOROBUDUR ini. Karna salah seorang temanku memiliki teman yang ayahnya kalo ndak salah pengelola disana.
Hoho....alhamdulillah :)
Boroburur usai lanjut ke Paris (PaRangtrisIS)
^_^
Ini juga ndak kalah serrunya. Walau ketinggalan si sunset...tapi tak apalah...semilir angin pantai tlah membawa sedikit penat di pundakku.
Maghrib menjelang kami sholat di mushollah yang tak nerada jauh disana.
Aku sengaja tidak menjamak sholat isya karna aku fikir habis sholat ini langsung pulang, tapi aku salah. Kami panjut ke malioboro.
Malioboro dan Masjid sunan
Ada untungnya juga aku tidak menjamak sholat, karna aku bisa merasakan sholat di masjid...*lupa namanya
This is one of picture that we took.k
...
Usai sholat, lanjut shopping!!!
O2 sudah pasti. Tapi ingat isi dompet juga :D
Itulah tempat terakhir yang kami kunjungi di kota pelajar itu.
Lain waktu akan ku perbaiki tulisan ini karna masih banyak yang mau ku kisahkan disini. Walau tidak semuanya, karena selebihnya akan ku simpan disini...♡ :)
Aku dan l*s* pulang k bandung paginya pukul 10 dari stasiun tugu jogjakarta.
Bye!
Wallahualam

Just One Day (Part 1)

Selasa, 29 April 2014
Hari penentu perjalanan itu "Just One Day"

Hari itu, saat tengah asyik beberes kamar dalam rangka mengumpulkan semangat untuk menyelesaikan tugas kuliah, HP-ku berdering memanggil-manggil pemiliknya. Kulihat dilayar HP, nomor itu tak bernama. Biasanya, aku jarang mengangkat telpon dari nomor-nomor siluman begitu, namun aku bergegas saja mengangkatnya, karena aku fikir mungkin saja teman atau kakak atau..ehem...#eh ^_^

Suaranya lumayan ku kenali, namun untuk memastikan, aku tanyakan saja, siapa pemilik suara diseberang sana. Dan ternyata benar, dia adalah S*a*d* adik tingkatku sewaktu kuliah di Universitas Riau dahulu.
Ku dengarkan setiap kalimatnya. Oh, ternyata dia sedang berada di Bandung.

Diakhir komunikasi via HP adik ndut itu, ngajakin NYABU (nyarapan bubur) hehe.
Ya, aku setujui saja, kebetulan 'kampung tengahku' juga masih kosong, karena keasyikan beberes kamar.
30 menit waktu yang cukup, untukku bersiap-siap menantinya menuju kosku. Kebetulan dia menginap di kosan kawanku, yang tak berada jauh dari kosanku.

-Nyabu-
Awalnya, aku ngajakin dia dan 2 orang adik tingkatku lainnya (R*i dan R*y*n) nyabu di depan kosanku, disana lumayan enak buryam nya, namun apa hendak dikata buaryamnya nggak buka. Hmmm, ku ajak saja mereka ke tempat lainnya, awalnya aku ingin berhenti di salah satu tempat makan gang sempit sih, tapi, karna si dek ndut kepalang kepingin buryam, ya sudah kami akhirnya kesana juga.

-Tawaran-
Tentunya ini bukan nyabu biasa dong. Masa, udah 2 tahun nggak ketemu nggak ngomongin apa-apa ya kan? ^_^
Banyak tanya yang ku lontarkan ke mereka.
Mereka makin kocak aja, ntah sejak kapan pula mereka bisa jadi 3 serangkai (hehe)
Hingga di pertanyaan yang paling berpengaruh dalam kisah "just one day" ini,
"Setelah ini kalian mau kemana?" (only that)
Pertanyaanku hanya itu saja, hanya ingin tahu saja.
Namun...
Mereka, tidak hanya menjawab tujuan mereka saja, tapi ada ekornya juga ^_^
"Ikut kak?" "udah pernah ke Jogja kak?"
haha,,,ya belumlah, wong aku bandung aja belom ku jelajahi, bagaimana mungkin jogja sudah ku datangi.
ingin ikut...tapi...
Hmmm bantak ' tapi ' yang melintasi fikiranku.
Tapi, lagi-lagi mereka pandai membuatku semakin antusias menyetujui tawaran mereka.
Ditambah lagi, hari kamis (1 Mei 2014) tanggal merah, bertepatan dengan jadwal kuliahku.
Namun, aku masih ragu, nggak mungkin dong aku cewek sendiri. Dan akhirnya aku tutup tawaran mereka dengan menjawab "lanjutkan sajalah" (yang artinya, aku tak bisa ikut).

Dalam perjalanan pulang, ke kos, tawaran itu masih menghantuiku. Karena disamping tawaran itu, ada tawaran lain yang sudah tersepakati. Tawaran lain itu adalah Rihlah ke Pengandaran bersama 'TIM SAKSI' yang in sya allah akan berangkat rabu malam.

Tak terasa, aku dan mereka sudah sampai di depan kosanku, dan kamipun berpisaaaah.
Mereka melanjutkan aktivitasnya, dan akupun demikian.

Di dalam kamar, aku kembali menimbang-nimbang tawaran itu, pertimbangan yang mereka tawarkan dan lain sebagainya, semua hal itu mengajakku berfikir sedikit dalam. ^_^
Aku teringat seorang teman sekelas, namanya L*s*, selama aku ini setiap aku ajakin dia kemana dan untuk apa kebanyakan jawabannya positif.
Dan ku coba saja BBM si do'i. Tanpa basa basi "Ke jogja Yuk"
Dan balasannya juga meng-enakkan hati, "Kapan kak?". Lalu ku jawab saja seperti rencana 3 adik tingkatku yang macho-macho itu " Sore ini". Dan aku memang tak salah menduga, ternyata jawabannya "OK" waaah...seneng banget. Berarti aku ada teman. Dan gilirannya ku tanyakan dek ndut, apakah aku masih bisa ikut trip mereka atau tidak. Dan ternyata jawabannya BISA. The last, restu dari ortu...^_^
Alhamdulillah Ortu merestui... :*

Ini Bukan NEKAD. Tapi, ini adalah kesempatan.

-Menanti jawaban-
Aku meminta pada si dek ndut, untuk mengabariku kapan kepastian berangkat ke Jogja. Namun, hingga pukul 11 lebih, belum juga kudaptkan informasi yang jelas. Karena, pada hari yang sama di siang harinya pukul 12.30 WIB aku ada agenda di kampusku, yaitu Talk Show "Dijalan Dakwah Ku Gapai Sakinah". Jujur, aku kurang respect dengan agenda ini, namun karena ustad yang menjadi pemateri adalah salah satu ustad yang aku gemari dan disamping itu ini adalah taklimat. Hmmm. Bismillah aku berniat untuk mengikuti.
Sembari menuggu kejelasan informasi dari si ndut aku persiapkan saja segala sesuatunya untuk keberangkatan, dan tak lupa meminta restu dariNya, seusai sholat dzuhur dan berharap jika perjalanan ini diijinkanNya, semoga aku bisa mengikuti Talk Show hingga selesai dan semoga keberangkatan ke jogja sekitar sore hari setelah Talk Show selesai.
tawakalalallah we lah...^_^
Ku lihat pukul sudah menunjukkan 12.30 WIB, si ndut  belum berkabar juga. Aku bersiap untuk mengikuti Talk Show. 
Di tengah perjalanan menuju gedung tempat pelaksanaan Talk Show, aku menerima telpon dari si ndut. Alhamdulillah, allah menjawab do'a dan inginku. Keberangkatan ke jogjanya pukul 20.00 malam. Dan masalah tiket, yang aku cemaskan harganya, mampu di redam oleh si ndut. 
Terimakasih s*a*d*, r*i dan r*y*n. You are the best.

-Berangkat!!!-
Dengan beberapa persiapan lainnya, sepulang dari Talk Show. 
Aku dan l*s* berangkat ke stasiun Kiara Condong.
Pukul 20 lebih kami berangkat menuju Jogja!!!

So, Awesome!!!

Is a Nekad Travelling? ;)



18 Apr 2014

Nama Pena

Nama pena.
Dulu ketika heboh-hebohnya menggunakan nama pena, aku sempat bingung juga... :)

Tahun berganti...teman berganti...
Dulu nama penaku adalah Re_eF terinspirasi dari sebuah film kartun anak-anak.
Re_eF adalah akronim dari namaku. Hehe...Re --> Reny, eF --> Efendy
Aku suka dengan NaPen itu, dalam bahasa inggris arti Reef itu karang. Aku ingin kuat seperti karang. ^_^

Dimana-mana aku gunakan nama itu, bukannya aku tak bangga dengan nama pemberian orang tuaku. Tentunya aku bangga dong. Di antara saudara kandungku lainnya hanya aku yang memakai nama papaku (efendy) hehe walau beda secara penulisannya nama asli papa (efendi) hihi.

Re_eF itu sudah melekat bertahun-tahun sebagai NaPen ku.
Waktu di kampus dulu, aku pernah dengar sebuah nama, namanya Efendi Muharam. Hihi, lumayan mendekati namaku. Bedanya beliau laki-laki dan aku perempuan. Coba lihat dinama itu, ada bulan hijriyah disana. Aku jadi tertarik untuk mengacak namaku seperti itu.
Tapi sayang aku nggak tahu aku lahir dibulan hijriyah apa.
Keinginankupun tertunda.

Setahun berlalu, menjelang aku hengkang dari kampus, seorang teman tanpa aku minta ia dengan sengaja mengacak-acak tanggal lahirku dalam sebuah aplikasi (yang akupun tak tahu sampai sekarang apa nama aplikasi itu). Akhirnya dia mengatakan padaku, kalau aku lahir di bulan safar tepatnya tanggal 19, tapi tahunnya nggak tahu.

Dengan senyum, aku langsung merubah nama akun FB ku menjadi Safar Efendy. Terdengar lucu sih, sampe-sampe beberapa teman tidak mengenali siapa pemilik akun itu, dan ada juga yang menyangka kalau aku laki-laki :)
Aku sengaja tak menghilangkan nama efendi itu, karna aku suka dengan nama itu, banyak orang hebat yang aku temui, namanya terselip efendi ^_^ (semoga aku bisa menjadi salah satu pemilik nama efendy yang menjadi orang hebat). aamiin
Karena kecanggungan nama itu, dipenghujung 2011 aku mengubah nama itu menjadi Syafa Reny. Nama email baruku syafarreny@yahoo.com, nama blogku pun Syafa Reny (syafarreny.blogspot.com) dan nama FBku Syafa Reny  ^_^

Kenapa Syafa? Bukan Safar? hihi, sebenarnya itu penyamaran kata saja, kalo safar tampak jelas itu adalah bulan hijriyah. Nah, makanya aku ambil Syafa, lebih cewek aja...hihi

Nggak tahu lah artinya, Syafa = Penyembuh mungkin ya... ^_^

#Entah Siapa

#Entah Siapa, salah satu hastag yang kubaca di media sosial.
Sebuah kalimat sederhana sih, tapi lumayan menyeret pikiranku untuk mengiyakan kalimat itu, apalagi jika dikaitkan dengan satu topik, yaitu jodoh :)

Sore itu, dikamar kosku, aku dan beberapa temanku yang terikat dalam satu lingkaran majelis ilmu, tak sengaja membicarakan topik itu. Obrolan itu mengalir setelah kami menyantap hidangan makan siang, mata yang mengantuk menjadi berenergi kembali...^_^

Bermula dari sebuah pertanyaan yang biasa, pertanyaan yang aku ajukan pada salah seorang teman yang usianya terpaut satu tahun diatasku.
"Apalagi yang ditunggu kak? kenapa belum nikah?"  (KEPO)
Anehnya dia hanya tersenyum. Sambil menunggu jawabannya aku mencoba mengambil makna dari senyumnya.
Tidak hanya jawaban yang ia beri tapi kisah penuh hikmah ia sampaikan juga. Kisah-kisah hidupnya dalam ikhtiar menjemput jodoh.
Hingga ia membacakan taujih dari ust salim afillah :
ini isi taujihnya
Pertama
Satu hal yang seringkali dilupakan oleh banyak wanita adalah bahwa kemuliaan wanita tidak bergantung pada laki-laki yang mendampinginya.
Tahu darimana? Allah meletakkan nama dua wanita mulia dalam Al Quran, Maryam dan Asiyah. Kita tahu, Maryam adalah wanita suci yang tidak memiliki suami, dan Asiyah adalah istri dari manusia yang sangat durhaka, Firaun. Apakah status itu mengurangi kemuliaan mereka? No!
Itulah mengapa, bagi wanita di zaman Rasulullah dulu, yang terpenting bukan mendapat jodoh di dunia atau tidak, melainkan bagaimana memperoleh kemuliaan di sisi Allah.
Kedua
Bicara jodoh adalah bicara tentang hal yang jauh: akhirat, surga, ridha Allah, bukan semata-mata dunia.
Ketiga
Jodoh itu sudah tertulis. Tidak akan tertukar. Yang kemudian menjadi ujian bagi kita adalah bagaimana cara menjemputnya. Beda cara, beda rasa. Dan tentu saja, beda keberkahannya.
Keempat
Dalam hal rezeki, urusan kita adalah bekerja. Soal Allah mau meletakkan rezeki itu dimana, itu terserah Allah. Begitupun jodoh, urusan kita adalah ikhtiar. Soal Allah mau mempertemukan dimana, itu terserah Allah.
Kelima
Cara Allah memberi jodoh tergantung cara kita menjemputnya. Satu hal yang Allah janjikan, bahwa yang baik untuk yang baik. Maka, mengupayakan kebaikan diri adalah hal utama dalam ikhtiar menjemput jodoh.
Keenam
Dalam urusan jodoh, ta’aruf adalah proses seumur hidup. Rumus terpenting: jangan berekspektasi berlebihan dan jangan merasa sudah sangat mengenal sehingga berhak menafsirkan perilaku pasangan.
Ketujuh
Salah satu cara efektif mengenali calon pasangan yang baik adalah melihat interaksinya dengan empat pihak, yakni Allah, ibunya, teman sebayanya, dan anak-anak.
Kedelapan
Seperti apa bentuk ikhtiar wanita?
1. Meminta kepada walinya, sebab merekalah yang punya kewajiban menikahkan.
2. Meminta bantuan perantara, misal guru, teman, dll. Tapi pastikan perantara ini tidak memiliki kepentingan tertentu yang menyebabkannya tidak objektif.
3. Menawarkan diri secara langsung. Hal ini tidak dilarang oleh syariat.Bisa dilakukan dengan menemuinya langsung atau melalui surat dengan tulisan tangan. Konsekuensi satu: Ditolak. Tapi itu lebih baik daripada digantung.
Kesembilan
Bagaimana jika ada pria yang datang pada wanita, menyatakan rasa suka, tapi meminta ditunggu dua atau tiga tahun lagi? Perlukah menunggu?
Sabar itu memang tidak ada batasnya. Tapi ada banyak pilihan sabar. Silakan pilih. Mau sabar menunggu, atau sabar dalam merelakannya. Satu hal yang pasti, tidak ada jaminan dua tiga tahun lagi dia masih hidup. Pun tidak ada jaminan kita bisa menuntut jika dia melanggar janjinya, kecuali dia mau menuliskan janjinya dengan tinta hitam diatas kertas putih bermaterai.
Kesepuluh
Bagaimana jika ada pria yang jauh dari gambaran ideal seorang pangeran tapi shalih datang melamar? Bolehkah ditolak?
Tanyakan pada hatimu: Mana diantara semua faktor itu yang paling mungkin membawamu dan keluargamu ke syurga?

Taujih yang membuat aku terdiam. speechless

Kemudian terlontar dari mulut mungilnya. Kita nggak pernah tahu, mungkin saja jodoh kita itu sekarang masih sekolah.
"Apa kak?! Kuliah maksudnya?"
"Iya, masih sekolah..."
"Tapi kan...." belum habis kalimatku. Sepertinya ia sudah tau akan kekagetanku,
Iapun mulai bercerita...
Murobbi kakak dulu menikah dengan suami yang jauh di bawah usianya.
Beliau menasehati kakak...kita itu gak pernah tahu jodoh kita itu siapa. Mungkin saja lebih muda dari kita. 

"Bener juga ya" ujarku dalam hati.

Usia bukanlah ukuran kedewasaan atau kesholihan seseorang. Jika Allah SWT telah berkehendak, tiada siapa bisa menolak.

Wallahualam

2 Apr 2014

Cinta Kerja Harmoni

Belakangan aku suka lagu-lagunya PKS semuanya keren-keren, ditambah lagi dari PKS Piyungan ngabarin ada 1 album kampanye PKS 2014.
Hahaha...karena cinta, tanganku jadi gatal untuk  mendownloadnya. Salah satu lagu yang aku suka adalah lagu dari Ebith Beat A yang ini nih...^_^

Cinta
(pks)
Semua ini karna cinta
(pks pks)
Kami adapun karna cinta
(pks pks)
Cinta untuk Indonesia
(pks pks)
Cinta
(pks pks)
Bekerja kami karna cinta
(pks pks)
Harmoni kami penuh cinta
(pks pks)
Cinta untuk Indonesia
(pks pks)
Bila cinta bersemi di dalam hati
Maka cinta kan dekat  dan melayani
Bila cinta tertanam di dalam diri
Maka cinta tak dapat dihalangi
Tak ada cinta, maka tak ada rasa
Krena cinta, rasa selalu sama
Haruslah cinta yang menyatukan kita
Karena cinta suka dan duka kita lewati bersama

Karena cinta kami bersama
Karena cinta kamipun ada
Untuk Indonesia
A A A






Aku dan PKS

Bismillahirrohmanirrohim

Pembahasan liqo' hari itu menguatkan pendapatku tentang aku dan PKS sehari sebelumnya.
Hiruk pikuk Pemilu, membuat sebagian pikiranku terisi olehnya. Kenapa aku harus berletih-letih mendatangi rumah warga. Menyampaikan dan mempromosikan caleg yang ada di daerah itu. Kenapa aku harus memanagemen ulang waktuku agar kuliah dan agenda gesit dapat berjalan beriringan. Kenapa aku harus full action di media social FB untuk mengkampanyekan PKS. 
Aku tertegun hari itu. Iya, kenapa aku harus rela membagi waktu. Padahal aku kadang tak punya cukup waktu untuk menyelesaikan tugas kuliah. Namun, aku kadang heran juga, tugas dan kegiatan lainnya alhamdulillah bisa terlewati, walau wallahualam tentang hasilnya, karena belakangan aku memang suka malas (^_^) bukan salah agenda yang aku ikuti, tapi salahnya di aku (^_^).
Aku selalu ingat janji Allah SWT :
QS. 47:7. Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
Salah satunya pertanyaanku terjawab juga oleh diriku sendiri (^_^).
Namun, kenapa sih aku memantapkan hati kepada PKS?
Hari itu aku memutar-mutar pikiranku. Dan terlintaslah kalimat :
Memangnya apa yang sudah kau dapatkan dari dakwah ini?
Sebelum ngebahas pertanyaan anehku itu, aku sedikit menuliskan tentang dakwah. Karena, PKS selalu disebut partai dakwah (sudah menjadi rahasia umum).
Sebagian orang (ammah) mungkin berfikir, kenapa PKS selalu menyebut-nyebut jalan dakwah?
"Jalan dakwah" mungkin sedikit eksklusif di telinga pendengar yang jarang mendengar saja. Namun, coba kalau telinga para pendengar suka dengerin ceramah ustad-ustad di indonesia, pasti tak asing toh? mungkin juga minimnya pengetahuan tentang dakwah itu sendiri. Mungkin sebagian orang berfikir, ketika disebut soal dakwah, wah...itu hanya terjadi di jaman Baginda Nabi Muhammad SAW.
Namun coba deh buka KBBI apa itu dakwah,
this is it dak·wah n Isl 1 penyiaran; propaganda; 2 penyiaran agama dan pengembangannya di kalangan masyarakat; seruan untuk memeluk, mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama;

Lihatlah dari definisi sederhana itu, siapapun bisa melakukannya toh? Bahkan orang non islampun melakukannya. Dan tanpa disadari kita sering melakukannya dalam kehidupan sehari-hari toh?, seperti menasehati salah satu anggota keluarga kita dan menyampaikan ajaran Baginda Nabi Muhammad SAW kepada teman-teman kita. ^_^ 

Namun, karena ini sebuah partai, jadi ekslusive lah kata Dakwah itu. Padahal Baginda Nabi Muhammad SAW yang menjadi tauladan. Kenapa kita harus menyebutnya aneh. Hmmm...jadi terpikir, jika kita hidup di jaman Baginda Nabi Muhammad SAW mungkin kita termasuk golongan orang yang menyebut apa yang di bawa Baginda Nabi Muhammad SAW adalah aneh ya?. Seperti yang sering di tuangkan dalam Risalah Nabawiyah, ataupun dalam Al qur'an. Astaghfirullah...Naudzubillah...
Dan, mengenai dakwah itu sendiri, sebenarnya kewajiban bagi kita loooh...
Nih, aku kutib dari blog seseorang :
Allah Taala telah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk melakukan dakwah. Orientasi dakwah yang Allah taala perintahkan adalah menyeru dan mengajak manusia kepada jalan Tuhan (ilâ sabili rabbika) yaitu menjadi hamba-hamba Allah taala yang tunduk dan patuh kepadaNya dengan cara-cara yang bijaksana (bil hikmah) dan memberikan nasehat-nasehat dengan cara yang baik pula (wal mau’izhatil hasanah). Sebagaimana Allah taala berfirman:
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(an-Nahl [16]:125)
Baiklah, aku anggap sudah clear tentang dakwah. Kalo mau lengkap cari sendiri ya. Aku mau lanjut cerita lagi hehe

Kembali pada pertanyaanku, Memangnya apa yang sudah kau dapatkan dari dakwah ini?
cepat-cepat aku sadar, aku membalikkan pertanyaanku memangnya apa yang sudah aku beri untuk dakwah?
betapa egoisnya aku, untuk Allah saja aku hitung-hitungan. padahal Allah saja tak pernah hitung-hitungan padaku. 
Oke, untuk pertanyaan aneh dan bodoh itu sudah terjawab.

Pertanyaan berikutnya, kenapa aku milih PKS sebagai wajihah (sarana) untuk dakwah?

Aku memutar kenanganku (flashback) ke masa dulu. Masa waktu masih SMP (belum berhijab) memakai busana sesukanya dan sebagainya lah. Tingkah laku remaja yang melekat di jiwa anak labil masa itu juga sedikit banyak melekat padaku.

Namun, tika itu di tingkat 1 SMA. Aku juga salah seorang yang memandang sebelah mata dan beranggapan aneh ketika ditwarkan dengan organisasi Rohis, Dengan sombongnya, ah ngapain juga di Rohis, enakan PMR, enakan Pramuka, bla bla bla (banyak alasan. Karena aku pikir aku sudah banyak bertanya pada nenekku yang selalu bisa menjadi perpustakaan islam bagiku (nenek emang jago I love her). Sejak kecil sebelum masuk SMP materi tentang sedekah, mengaji (baca al qur'an), sholat, kisah-kisah hikmah dan puasa, rasanya sudah sering hinggap di telingaku. Toh, waktu belajar agama dikelas, juga itu yang aku dapat, terus kenapa dong harus ikut rohis lagi? kan bosen. (Sombong banget kan?)
Tapi, alhamdulillah, kesombonganku dibalas dengan cinta dari Allah SWT, akhirnya aku menjadi pengurus Rohis dengan rapi berhijab (di semester kedua kelas 1 SMA).
Tamat dari SMA, aku disusupi rasa bosan, dengan dunia Rohis, aku merasa terkekang, tak bebas (hehe) aku mencoba lari dari sana. 
Ah, lagi-lagi Allah SWT begitu sayang, di awal masuk malah ada seorang akhwat beliau adalah kakak tingkatku, beliau begitu lembut menyapaku. Hingga akhirnya ntah bagaimana Allah SWT menyentuh hatiku, aku jatuh lagi ke lembah kebaikan ini. Aku berfikir, inilah cara Allah SWT menjagaku, alhamdulillah.
Diawal-awal kuliah aku masih polos dan mengikuti segala agenda tarbiyah (pendidikan) rohis di kampusku. Di kampus memang beda dari SMA. Karena disini aku sudah memiliki sebuah kelompok yang selalu bertemu tiap pekannya. Banyak pengetahuan yang baru aku dapat disini. Yang mungkin ketika Allah SWT tidak menggiringku kesini, aku tak taulah, bagaimana dengan pergaulan dan kegiatan masa-masa muda ku. 
Amalan harianku jadi berubah, karena kualitas dan kuantitasnya harus selalu ditingkatkan. Teman-temanku juga menjadi alarm kebaikan bagiku. Selalu ada yang mengingatkan ketika aku futur (lemah iman) ketika aku lupa dan lain sebagainya. (itulah Ukhuwah ^_^)

Beranjak pada tingkat pemahaman (transfer kelompokpun dilakukan) hingga akhirnya aku mengenal hizib (partai). Tapi aku, berjanji pada diriku waktu itu, aku tak akan mau berpartai.
Tapi...lagi-lagi...Allah SWT mengantarkanku pada pemahaman...(inilah cinta)
Allah SWT menyadarkanku melalui hamba-hambanya yang sholeh, bahwa tanpa ada partai ini, mungkin kajian-kajian rutin yang sudah aku cintai ini, akan mudah digusur oleh orang-orang yang tak "suka" namun, karena ini adalah ngajinya PKS (liqo'an PKS) orang tak bisa ganggu, karena PKS adalah partai legal.
Hingga akhirnya, aku jatuh ke lembah kebaikan ini. Aku bertemu dengan orang-orang sholeh, aku bertemu dengan orang-orang yang punya azam untuk memajukan islam, aku bertemu dengan orang-orang cerdas yang selalu berpikir untuk kemajuan dakwah, dan aku berada di wajihah yang selalu mengingatkanku dan menjaga amalanku pada Allah SWT, yang mungkin tak aku dapat di rumah dan di sekolah.
Banyak, banyak sekali yang sudah aku dapat dari partai dakwah ini, walau bukan dalam bentuk harta, namun sudah banyak pengaruh yang aku rasakan dalam kehidupanku, mulai dari amalan harian hingga menentukan prinsip dalam hidup.

Andai, orangtuaku dan keluargaku tahu, tentang perkembangan perubahanku, dari SMP yang sok tomboy hingga saat ini aku yang punya prinsip. Mungkin mereka juga akan jatuh cinta pada kebaikan wajihah dakwah ini.

Alhamdulillah, mereka selalu mendukung kegiatanku dan tiada penentangan, bahkan sudah mengetahui aku ada di hizib. Aku ingin mereka juga bisa merasakan kenikmatan dalam jalan dakwah ini. Aamiin...

Aku mencintai PKS karna aku mencintai dakwah. Aku mencintai dakwah karna aku mencintai Allah SWT dan kekasihnya Baginda Nabi Muhammad SAW. Bagiku dakwah adalah cinta. "Cinta akan meminta semuanya darimu" dan PKS lah pilihanku.

PKS hanyalah kumpulan orang-orang yang berusaha menyolehkan diri dan melakukan kebaikan. Mereka bukan kumpulan malaikat. Jadi, aku tak heran bila ada orang-orangnya ada yang khilaf. Karna itulah fitrah manusia, yang tak lepas dari khilaf dan salah. Namun, kebanyakan orang memandang PKS adalah kumpulan malaikat, yang tak boleh ada cela. Jika ada cela sedikit, langsung membully dan menghina bertubi-tubi. Memang, disini kami diajarkan pemahaman islam. Namun, seharusnya orang-orang itu juga harus paham. Nabi Adam saja pernah ditegur, Baginda Nabi Muhammad SAW juga pernah ditegur, terus kami manusia biasa juga takkan pernah luput dari cela. Bukannya aku taqlid buta pada PKS, tapi aku yakin dengan apa yang aku lakoni, dimana ada kebaikan disana "ada" Allah SWT. 
Semoga wajihah ini selalu diberkahi dan dirahmati olehNya. 

Aku heran pada orang-orang yang membenci PKS, mengapa mereka tak mengkritik dan menasehati dengan baik? Seperti yang dicontohkan Baginda Nabi Muhammad SAW? -_- wallahualam.

Dengan dakwah, aku berharap islam yang saat ini sedang "sakit" dengan pertolongan Allah SWT dapat sembuh (khususnya dalam porsi keluargaku) aamiin.
Selanjutnya, aku ingin anak cucuku nanti akan menikmati indahnya islam bukan menikmati wajah muram islam.
Aku ingin mereka adalah estafet-estafet dakwahku. Bagiku dakwah adalah kebaikan. Jadi aku harus cinta dakwah. Walau fitrah jalannya sangat panjang, penuh onak dan duri. Namun, itulah ujian. Ujian akan datang pada orang-orang yang hidup, bukan pada orang-orang yang mati.

Aku dan PKS. Walau kamu belum PKS. Semoga kamu menjadi salah seorang yang mendukung misi kebaikannya.

Wallahualam.





2 Mar 2014

"Kobarkan Semangat Indonesia"

Hari itu aku bahagia sekali. Kabar yang ku nanti akhirnya datang juga. beberapa hari hanya menyaksikan euforia ikhwah yang melaksanakan Apel Siaga di wilayahnya masing-masing bersama presiden Partai Keadilan Sejahtera melalui media sosial Facebook.
Siang itu aku menerima sms dari guru ngaji, di awal kalimat pengantar ada sebuah kata "ta'limat" dari bentuk bibir yang masih datar hingga ujung kalimat sms membuat bibirku mengukir huruf U. Aku bahagia, ntah mengapa semangatku mendadak mendidih, ntah mengapa ada rindu yang menggelayut, ntah mengapa ada perasaan yang tak sabar menanti hari itu. 
Berikut potongan sms nya "
....
Acara Apel Akbar, Ahad, 2 Maret 2014 jam 8-12 di GOR Bikasoka, Jl. Suryalaya, buah Batu, Bandung bersama Presiden Ust Anis Matta
...
Huaaaa!!! Ingin rasanya membalas sms itu. Dan berkata, Ibu!!! Gak perlu kata Ta'limat. Kalo yang begini mah. hehe ^_^ (Fans ust AM PM).Tapi berhubung ini sms Ta'limat. Tak perlulah di balas.

Waktu terasa lambat. Hari Ahad menjadi hari yang dinanti-nanti...
Kuliah jadi makin semangat. Ditambah lagi tugas nggak terlalu banyak, hehe.
Beruntung disini, ikhwah pascasarjananya kompak, menjelang hari H pada heboh ngajakin berangkat bareng nyewa angkot. (hehe paslah untuk kantong mahasiswa).

...
Jam 7 teng, aku dan teman-teman satu majelis udah berada di lokasi tempat berkumpul, sesuai dengan kesepakatan.
...
Ketika melihat GOR ada hawa haru disana, tak sabar rasanya ingin segera masuk dan cepat-cepat bertemu dengan orang-orang luar biasa.
Ditambah lagi, informasi yang aku peroleh, Apel Siaga ini juga dihadiri oleh pak Wako dan Wakil Wako Bandung, Pak Gubernur Jawa Barat, dan ustad-ustad lainnya, tak ketinggalan ada shoutul harakah yang katanya pertemuan ini mau dibuat video klip/ iklan untuk lagu mereka...hohoho...berbunga-bunganya hatiku.
(seperti jumpa pangeran aja, hihi).

...
Registrasi udah, dapat karton bertuliskan "Semangat Indonesia" juga udah.
Tapi, acara belum dimulai...(hiks...tak sabaaaaar!!! ditambah lagi nasyid SH mengaung-ngaung dari arah dalam gedung, buat aku ingin berlari masuk). Kami harus menunggu beberapa menit dulu, sepertinya masih ada check soun dulu, atau apalah (aku tak tau).

Sembari menunggu, aku dan akhwat lainnya poto-poto dulu... ^_^

...
Tak lama kami juga akhirnya di minta untuk memasuki gedung dengan tertib...
masyaallah ini sangat luar biasa....!!! Allahu Akbar!!!

Ada Cinta, Ada Kerja dan Ada Harmoni!!! 

...


19 Jan 2014

Surat Adz-dzariyat Ayat 19 (Kajian Sabtu Pagi_Bunda Hany's House)

Sabtu pagi adalah hari yang ku tunggu-tunggu dalam minggu ini, setelah 3 sabtu yang lalu aku tak dapat menikmati indahnya lingkaran di sabtu pagi.

Lingkaran ilmu yang merupakn rumah keduaku setelah lingkaran halaqoh. Ada rindu yang menggelinding bak bola salju. 3 kali pertemuan tak dapat ku hadiri karena alasan tugas dan ujian akhir semester. Ada perasaan merugi yang membuat hatiku berkali-kali meringis. Selalu ada pertanyaan dihati "Sedang bahasa apa lagi yang kawan-kawan disana?"
Karena aku tahu setiap minggunya selalu ada ilmu baru yang disampaikan bunda (guru lingkaran ilmu tersebut).
Dan....hari ini, dengan rahmat Allah SWT aku dimudahkan untuk melangkahkan kaki menuju majelis ilmu tersebut, diatas jalan yang basah, di tengah udara yang sejuk, semangatku seolah meredam dinginnya pagi itu.

Hari ini, majelis kami muraja'ah surah adz dzariyat. Alhamdulillah tidak begitu ketinggalan. Setoran hafalan sudah dicicil via Whatsapp, alhamdulillah allah swt beri kemudahan. Namun, tafsirnya dimulai dari ayat 16 :(
Hmmm, tak apalah..ayat 1-15-nya semoga allah yang akan beri jalan untuk memahaminya.

Sekitar pukul 7 pagi majelis dimulai. Dimulakan dengan muraja'ah ayat 1-15 berulang-ulang. Selang 20 menit, bundapun duduk ditengah-tengah kami. Aku rindu sekali sama bunda. Namun, aku malu mengungkapkannya (aku memang pemalu :P).

Bunda mulai membahas ayat demi ayat, banyak ibrah yang disampaikan bunda. Aku mendengarkan tanpa berkedip. (^_^) terpesona.

Secara keseluruhan, beberapa ibrah yang dipetik diantaranya adalah :
* Harta yang diberikan allah swt, bukanlah sepenuhnya milik kita, ada hak-hak orang lain disana. 
 "Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta, dan orang miskin yang tidak meminta" (adz-dzariyat ayat 19)
Mereka disini adalah orang-orang yang bertakwa. (Ini diterangkan pada ayat sebelumnya yaitu ayat 15)
*Belajarlah untuk melihat dengan mata hati bukan mata (secara kasat mata) bertafakur terhadapa setiap ciptaan Allah SWT. 
"Dan di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (adz-dzariyat 20-21)
Masyaallah sungguh luas ciptaan Allah SWT. Allah maha baik. Allah memberikan segalanya pada kita. Namun, kita masih hitung-hitungan padaNya. (Astaghfirullah...). Semoga allah memudahkan kita untuk lebih ringan memberi...karena sejatinya apapun yang ada pada kita semua milikNya. dan kita tidak memiliki apa-apa...
Allah telah menyediakan semuanya (rezky) tinggal kitanya, yang mau berusaha atau hanya duduk diam saja. 
Allah memberikan nikmat dan ujian semata-mata untuk kebaikan kita, agar kita lebih dekat dengannya.
Kecemasan dan kegundahan yang terasa hanya mengindikasikan bahwa kita tidak tawakal padaNya. Hatiku meringis sedih. Allah....!!! Aku menjerit di dalam hati, aku malu!!!
Astaghfirullah...inikah hatiku??? kenapa aku harus cemas dan gundah. Padahal Engkau akan memberikan segala kebaikan pada hamba-hambamu. Alhamdulillah...terimakasih Allah...engkau mengantar aku kemajelis ilmu ini, untuk menyentil hatiku. Sadar....sadar....Reny!!!
Alhamdulillah...terimakasih Allah... <3 i="">

Pada lanjutan ayat 24-25 disana ada kisah Nabi Ibrahim as, yang didatangi utusan-utusan allah swt. Nabi Ibrahim as. menyuguhakan anak sapi yang gemuk pada mereka, namun mereka tidak memakannya, hal ini sedikit membuat Nabi Ibrahim as takut. Lalu mereka menyampaikan kabar bahwa istri Nabi Ibrahim tersebut akan melahirkan seorang yang alim (ishak).

Lihatlah akhlak Nabi Ibrahim as yang memuliakan tamunya. Menyuguhkan anak sapi yang gemuk. Kita tahu bahwa daging anak sapi yang gemuk sangat enak sekali. Berita yang disampaikan malaikat sontak membuat istri Nabi Ibrahim tidak percaya, seraya menepuk-nepuk pipinya, apakah ini mimpi. "Aku wanitu tua dan mandul" itu teriaknya.

Ditengah penjelasan bunda, nyeletuk seorang teman. Mungkin karena tadi diawal ada bahasan tentang sedekah dan reward dari Allah untuk orang-orang yang bersedekah, teman itu berkata " mungkin karena kebaikan sarah yang memberikan Ibrahim pada hajar, nggak Bun? dan allah beri reward pada sarah memiliki anak (ishak).

sontak beberapa orang tersenyum. subhanallah si teteh itu panjang banget mikirnya ya? batinku :)
Wallahualam ucap bunda.

Dari pertanyaan tersebut. Topik pembahasan jadi semakin hangat "POLIGAMI" ^_^

terimakasih allah atas segala ilmu yang engkau titipkan...semoga menambah cintaku padaMu...<3 p="">

#pembahasan poligaminya di halaman berikutnya saja...:)

Wallahualam