2 Mei 2011

I Luv Luv Like as Luv Luv me

Luv is Luv
kata yang sudah gak tabu lagi.
Jangankan anak SD anak TK aja Tau bahkan mungkin si balitapun dah tau.
Huff!!!
Luv...luv...
siapa c lu!
jadi heran, kadang ada yang bilang kamu tu kebutuhan tapi kadang ada juga yang bilang kamu tu racun.
nah, gw harus pilih yang mana dunk?
dan referensi mana yang bisa ku percaya?
Luv kasian BGT ya nasibmu, padahal kamu tu anugerah dari Allah untuk setiap insan yang bernyawa.
menurutku, semua rasa LUV itu c Fitrah manusia, tapi kenapa nggak ada defenisi yang Statis untuk kamu?
*bersambung....

3 Apr 2011

Gara-Gara FB atau Gara-Gara CINTA?

Baru-baru ini, diketahui dalam dunia penuh Berita dan Sensasi.
Telah di temukan sebuah fakta, seorang Laki-laki dewasa telah menikahi seorang Wanita dewasa, yang di duga wanita itu siluman. Alias Laki-laki berwujud wanita. SERREEM!!!
...
Deuh!!! Miris banget Sich! Tu cowok apa gak punya Naluri lelaki ya? kok dia bisa-bisanya nggak tau yang dinikahinnya itu Cowok! Huh! Emang mau kembali kejaman Nabi LUt?
Apakah itu yang di maksud dengan Luv is Blind? Saking di selimuti rasa cinta, sampe nggak bisa ngebedain lagi mana cewek dan mana cowok.
...
Astaghfirullah..., Maafin aq ya, bukan maksudQ untuk bergosip riya, tapi aq hanya salah seorang yang sangat sedih dengan apa yang telah terjadi. Semoga Allah mengampuni salah dan khilaf kita, amin.

O...Tidak!!!

“NIKAH LAH LAGI!”
Itu perintah atau anjuran ya?
Hmmm…, kalimat itu sungguh menggelitik perutku, hatiku jadi geli banget. Rasanya pengen ketawa ngakak. Tapi, nggak mungkin banget aku ngelakuin itu, karena yang ngeluarin kalimat itu bukan teman sebaya ataupun orang yang usianya dibawah aku. Seseorang yang mendeklamasikan kata-kata itu adalah nenekku sendiri.
Hmmm…udah lama nggak nginjak kampung halaman. Tiba-tiba pulang udah diminta nikah. Hooo tidak bissa…
Tentu saja aku hanya bisa menanggapinya dengan senyuman saja. Dan sesekali tertawa mendengar alasan nenekku mengenai usulannya itu. Tentu saja, aku yang merasa masih memiliki cita tingkat tinggi mengungkapkan ketidak setujuanku. Aku bilang, “aku ingin S2 dulu” kupikir beliau senang dan bangga dengan keinginanku itu, eh, ternyata aku malah disuapin dengan alasan yang mungkin sedikit masuk akal si. Beliau bilang “Perempuan itu nggak bagus nikah di jauh usia” itu katanya.
Sedikit teriris si, tapi, yam au diapain, kalaupun aku tidak lanjut S2 apakah, jodohku itu langsung dating ketika aku udah dapat gelar S.Pd nanti, apakah dia langsung berada disampingku saat aku Wisuda nanti?, nggak kan? Aku aja nggak yakin ada yang mau sama aku? Hiks…kessian… tapi, aku yakin bahwa Allah telah mempersiapkannya dijauh-jauh hari untukku, bukankah Allah menciptakan kita berpasang-pasangan?
Lalu, aku kembali menampik alsan nenekku dengan alasanku yang lain “Tapi, nek dari pada ani menunggu yang tak pasti lebih baik ani lanjut S2 dulu, kalo jodohnya udah datang, langsung nikah dech!” ujarku mantaB.
Ternyata Si nenek nggak mau nyerah, Beliau kembali melepaskan alasannya dari bibir yang telah banyak guratan, “ Tapi, bagusnya kalo perempuan itu langsung kerja aja, jangan kuliah lagi”
Yupz! “Baiklah” ujarku menyenangkan hatinya.
Biarlah waktu yang menjawab, Ujar seorang perempuan yang telah berusia hampir ¼ abad ini.