25 Sep 2014

Ikhlas Itu

menentukan diterima atau tidak diterimanya aktivitas kita sebagai ibadah,
Karenanya pastikan ia senantiasa menyertai setiap aktivitas kita
🔸Ikhlas itu…. Ketika nasehat, kritik dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah.
🔸 Ikhlas itu… Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.
🔸 Ikhlas itu… Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding.
🔸 Ikhlas itu… Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.
🔸 Ikhlas itu… Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.
🔸 Ikhlas itu… ketika kau lebih mempertanyakan apa amalmu dibanding apa posisimu, apa peranmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.
🔸 Ikhlas itu.. ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.
🔸 Ikhlas itu… ketika posisimu di atas, tak membuatmu jumawa, ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja.
🔸 Ikhlas itu… ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, ketika ketinggalan mendorongmu mempercepat kecepatan.
🔸 Ikhlas itu… ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.
🔸 Ikhlas itu… ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan jiwa besar, ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta.
🔸 Ikhlas itu…. Gampang diucapkan, sulit diterapkan….. namun tidak mustahil diusahakan….
🔸 Ikhlas itu... Seperti surat Al Ikhlas.. Tak ada kata ikhlas di dalamnya...

"Rizqi dan Ikhtiar"

Mungkin kau tak tahu di mana rizqimu. Tapi rizqimu tahu di mana engkau. Dari langit, laut, gunung, & lembah; Rabb memerintahkannya menujumu.

Allah berjanji menjamin rizqimu. Maka melalaikan ketaatan padaNya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminNya adalah kekeliruan berganda.

Tugas kita bukan mengkhawatiri rizqi atau bermuluk cita memiliki; melainkan menyiapkan jawaban "Dari Mana" & "Untuk Apa" atas tiap karunia.

Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia; dia alpa bahwa hakikat rizqi bukanlah yang tertulis dalam angka; tapi apa yang dinikmatinya.

Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya; demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya mati.

Maka amat keliru jika bekerja dimaknai mentawakkalkan rizqi pada perbuatan kita. Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rizqi itu urusanNya.

Kita bekerja tuk bersyukur, menegakkan taat & berbagi manfaat. Tapi rizqi tak selalu terletak di pekerjaan kita; Allah taruh sekehendakNya.

Bukankah Hajar berlari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwa; tapi Zam-zam justru terbit di kaki bayinya? Ikhtiar itu laku perbuatan. Rizqi itu kejutan.

Ia kejutan tuk disyukuri hamba bertaqwa; datang dari arah tak terduga. Tugasnya cuma menempuh jalan halal; Allah lah yang melimpahkan bekal.

Sekali lagi; yang terpenting di tiap kali kita meminta & Allah memberi karunia; jaga sikap saat menjemputnya & jawab soalanNya, "Buat apa?"

Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia; lupa bahwa semua hanya "hak pakai" yang halalnya akan dihisab & haramnya akan di'adzab.

Banyak yang mencampakkan keikhlasan 'amal demi tambahan harta, plus dibumbui kata tuk bantu sesama; lupa bahwa 'ibadah apapun semata atas pertolonganNya.

Dengan itu kita mohon "Ihdinash Shirathal Mustaqim"; petunjuk ke jalan orang nan diberi nikmat ikhlas di dunia & nikmat ridhaNya di akhirat.

Maka segala puji bagi Allah; hanya dengan nikmatNya-lah menjadi sempurna semua kebajikan.
Ya Allah mudahkanlah kami dalam mensyukuri karuniaMU..
Istiqomahkan kami dalam taat padaMU..
Matikanlah kami dalam keadaan ridho dan diridhoi..
Amiin...

8 Agu 2014

WANITA

Wanita
Wanita tidak diciptakan dari tulang kepala karena mereka bukan untuk dijadikan pemikir
Wanita tidk diciptakan dari tulang kaki karena mereka bukan untuk dinjak-injak
Melainkan...
Wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, dekat dengan tangan dekat dengan hati
Karena itulah...
Dekat dengan tangan, wanita hendaknya dirangkul, dijaga dan dilindungi
Dekat dengan hati, wanita hendaknya disayang dan dimengerti
Tulang rusuk yang bengkok, wanita hendaknya dengan lembut dinasehati dengan pelan dibimbing untuk menjadi lurus.
Wanita
Bukan untuk disakiti ataupun dimanfaatkan atas anugerah yang allah berikan padanya.
Baik itu kecantikannya kebaikannya dan kepolosannya.
Karna
Wanita hadir menjadi pendamping bagi adam as dalam menentramkan hati yang gundah
Hadir menjadi penyemangat bagi muhammad saw dalam dakwah
Hadir menjadi obat rindu sang buah hati bagi ibrahim as.
Hadir untuk merawat isa as
Berikut salah satu hadist yang berkaitan dengan wanita:
Al Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallhu ‘alaihi wa
sallam, beliau bersabda, yang artinya :
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari
Akhir, janganlah ia mengganggu tetangganya, dan
berbuat baiklah kepada wanita. Sebab, mereka
diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang rusuk
yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika
engkau meluruskannya, maka engkau
mematahkannya dan jika engkau biarkan, maka
akan tetap bengkok. Oleh karena itu, berbuatlah
baik kepada wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Wallahualam.