Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(an-Nahl [16]:125)
Baiklah, aku anggap sudah clear tentang dakwah. Kalo mau lengkap cari sendiri ya. Aku mau lanjut cerita lagi hehe
Kembali pada pertanyaanku, Memangnya apa yang sudah kau dapatkan dari dakwah ini?
cepat-cepat aku sadar, aku membalikkan pertanyaanku memangnya apa yang sudah aku beri untuk dakwah?
betapa egoisnya aku, untuk Allah saja aku hitung-hitungan. padahal Allah saja tak pernah hitung-hitungan padaku.
Oke, untuk pertanyaan aneh dan bodoh itu sudah terjawab.
Pertanyaan berikutnya, kenapa aku milih PKS sebagai wajihah (sarana) untuk dakwah?
Aku memutar kenanganku (flashback) ke masa dulu. Masa waktu masih SMP (belum berhijab) memakai busana sesukanya dan sebagainya lah. Tingkah laku remaja yang melekat di jiwa anak labil masa itu juga sedikit banyak melekat padaku.
Namun, tika itu di tingkat 1 SMA. Aku juga salah seorang yang memandang sebelah mata dan beranggapan aneh ketika ditwarkan dengan organisasi Rohis, Dengan sombongnya, ah ngapain juga di Rohis, enakan PMR, enakan Pramuka, bla bla bla (banyak alasan. Karena aku pikir aku sudah banyak bertanya pada nenekku yang selalu bisa menjadi perpustakaan islam bagiku (nenek emang jago I love her). Sejak kecil sebelum masuk SMP materi tentang sedekah, mengaji (baca al qur'an), sholat, kisah-kisah hikmah dan puasa, rasanya sudah sering hinggap di telingaku. Toh, waktu belajar agama dikelas, juga itu yang aku dapat, terus kenapa dong harus ikut rohis lagi? kan bosen. (Sombong banget kan?)
Tapi, alhamdulillah, kesombonganku dibalas dengan cinta dari Allah SWT, akhirnya aku menjadi pengurus Rohis dengan rapi berhijab (di semester kedua kelas 1 SMA).
Tamat dari SMA, aku disusupi rasa bosan, dengan dunia Rohis, aku merasa terkekang, tak bebas (hehe) aku mencoba lari dari sana.
Ah, lagi-lagi Allah SWT begitu sayang, di awal masuk malah ada seorang akhwat beliau adalah kakak tingkatku, beliau begitu lembut menyapaku. Hingga akhirnya ntah bagaimana Allah SWT menyentuh hatiku, aku jatuh lagi ke lembah kebaikan ini. Aku berfikir, inilah cara Allah SWT menjagaku, alhamdulillah.
Diawal-awal kuliah aku masih polos dan mengikuti segala agenda tarbiyah (pendidikan) rohis di kampusku. Di kampus memang beda dari SMA. Karena disini aku sudah memiliki sebuah kelompok yang selalu bertemu tiap pekannya. Banyak pengetahuan yang baru aku dapat disini. Yang mungkin ketika Allah SWT tidak menggiringku kesini, aku tak taulah, bagaimana dengan pergaulan dan kegiatan masa-masa muda ku.
Amalan harianku jadi berubah, karena kualitas dan kuantitasnya harus selalu ditingkatkan. Teman-temanku juga menjadi alarm kebaikan bagiku. Selalu ada yang mengingatkan ketika aku futur (lemah iman) ketika aku lupa dan lain sebagainya. (itulah Ukhuwah ^_^)
Beranjak pada tingkat pemahaman (transfer kelompokpun dilakukan) hingga akhirnya aku mengenal
hizib (partai). Tapi aku, berjanji pada diriku waktu itu, aku tak akan mau berpartai.
Tapi...lagi-lagi...Allah SWT mengantarkanku pada pemahaman...(inilah cinta)
Allah SWT menyadarkanku melalui hamba-hambanya yang sholeh, bahwa tanpa ada partai ini, mungkin kajian-kajian rutin yang sudah aku cintai ini, akan mudah digusur oleh orang-orang yang tak "suka" namun, karena ini adalah ngajinya PKS (liqo'an PKS) orang tak bisa ganggu, karena PKS adalah partai legal.
Hingga akhirnya, aku jatuh ke lembah kebaikan ini. Aku bertemu dengan orang-orang sholeh, aku bertemu dengan orang-orang yang punya azam untuk memajukan islam, aku bertemu dengan orang-orang cerdas yang selalu berpikir untuk kemajuan dakwah, dan aku berada di
wajihah yang selalu mengingatkanku dan menjaga amalanku pada Allah SWT, yang mungkin tak aku dapat di rumah dan di sekolah.
Banyak, banyak sekali yang sudah aku dapat dari partai dakwah ini, walau bukan dalam bentuk harta, namun sudah banyak pengaruh yang aku rasakan dalam kehidupanku, mulai dari amalan harian hingga menentukan prinsip dalam hidup.
Andai, orangtuaku dan keluargaku tahu, tentang perkembangan perubahanku, dari SMP yang sok tomboy hingga saat ini aku yang punya prinsip. Mungkin mereka juga akan jatuh cinta pada kebaikan
wajihah dakwah ini.
Alhamdulillah, mereka selalu mendukung kegiatanku dan tiada penentangan, bahkan sudah mengetahui aku ada di
hizib. Aku ingin mereka juga bisa merasakan kenikmatan dalam jalan dakwah ini. Aamiin...
Aku mencintai PKS karna aku mencintai dakwah. Aku mencintai dakwah karna aku mencintai Allah SWT dan kekasihnya
Baginda Nabi Muhammad SAW. Bagiku dakwah adalah cinta. "Cinta akan meminta semuanya darimu" dan PKS lah pilihanku.
PKS hanyalah kumpulan orang-orang yang berusaha menyolehkan diri dan melakukan kebaikan. Mereka bukan kumpulan malaikat. Jadi, aku tak heran bila ada orang-orangnya ada yang khilaf. Karna itulah fitrah manusia, yang tak lepas dari khilaf dan salah. Namun, kebanyakan orang memandang PKS adalah kumpulan malaikat, yang tak boleh ada cela. Jika ada cela sedikit, langsung membully dan menghina bertubi-tubi. Memang, disini kami diajarkan pemahaman islam. Namun, seharusnya orang-orang itu juga harus paham. Nabi Adam saja pernah ditegur, Baginda Nabi Muhammad SAW juga pernah ditegur, terus kami manusia biasa juga takkan pernah luput dari cela.
Bukannya aku taqlid buta pada PKS, tapi aku yakin dengan apa yang aku lakoni, dimana ada kebaikan disana "ada" Allah SWT.
Semoga wajihah ini selalu diberkahi dan dirahmati olehNya.
Aku heran pada orang-orang yang membenci PKS, mengapa mereka tak mengkritik dan menasehati dengan baik? Seperti yang dicontohkan Baginda Nabi Muhammad SAW? -_-
wallahualam.
Dengan dakwah, aku berharap islam yang saat ini sedang "sakit" dengan pertolongan Allah SWT dapat sembuh (khususnya dalam porsi keluargaku) aamiin.
Selanjutnya, aku ingin anak cucuku nanti akan menikmati indahnya islam bukan menikmati wajah muram islam.
Aku ingin mereka adalah estafet-estafet dakwahku. Bagiku dakwah adalah kebaikan. Jadi aku harus cinta dakwah. Walau fitrah jalannya sangat panjang, penuh onak dan duri. Namun, itulah ujian. Ujian akan datang pada orang-orang yang hidup, bukan pada orang-orang yang mati.
Aku dan PKS. Walau kamu belum PKS. Semoga kamu menjadi salah seorang yang mendukung misi kebaikannya.
Wallahualam.