2 Mar 2013

PERANG 1

PERANG 1 diakhir tahun 2012 lalu.
Kepenatan akhir tahun yang membawa nikmat.
Kenapa tidak, karena jujur dalam kepenatan ini aku dapat merasakan kenikmatan untuk bertafakur alam dan belajar beberapa hal.
Terimakasih teman-temanku yang menjadi kakak Pembina Pramuka PPKU, yang telah sudi memberikan ruang padaku untuk ikut serta dalam beberapa rangkaian kegiatan pramuka ^_^
Yah, walaupun aku sebenarnya nggak tahu banyak tentang pramuka. Tapi, setidaknya walau sedikit aku pernah merasakan menjadi seorang anak pramuka. Dan pernah mengikuti perkemahan. Hmmm, itupun sewaktu aku duduk di kelas 1 SMP. Kenangan yang tidak mudah untuk dilupakan.
Jika mengenang dan mengingat-ingat lagi bagaimana suasana, kondisi dan kegiatan perkemahan jujur aku tidak punya niat sedikitpun untuk mengikuti perkemahan di akhir tahun 2012 lalu. Perkemahan yang di beri judul PERANG 1 (Perkemahan Penggalang I). Namun, karna sebuah rayuan maut dari bilik hatiku, ya sudahlah. Aku ayunkan saja langkah kaki menuju perkemahan yang diadakan di bumi perkemahan bukit Cadika. Yang letaknya tepat di atas bukit di seberang PPKU.
Butuh perjuangan untuk sampai ke atas bukit. Apalagi aku dan temanku berangkat menuju tenda perkemahan pada malam hari ba'da hujan. Betapa licinnya tanah bukit itu dan tentu saja begitu gelapnya hutan di sekitar bukit. Ada sedikit perasaan khwatir akan hewan buas dan hewan berdarah panas lainnya. Namun, dengan keyakinan akan penjagaan Sang Rabb, maka hati hanya pandai berdzikir berharap perlindungan dariNya.
Dengan butiran peluh dan lelah menjawab tanjakan yang berliku demi mencapai puncak perkemahan.
Namun, kepenatanku serta merta telah terhapus dengan keceriaan para santri yang sedang bersuka cita diantara api unggun diatas hamparan langit mendung.

Walau tak sempat untuk melepas sejenak keriuk-keriuk di betisku. Namun, dengan rasa suka cita aku mengikuti rangkaian kegiatan malam itu. Kegiatan malam itu dimulai dengan agenda lomba cerdas cermat antar regu. Lomba tersebut cukup seru. Tiap regu diberikan pertanyaan yang berkisar tentang pramuka, keislaman, hitung-hitungan dan pengetahuan umum.

Aku yang hanya "ngikut" alur main dari salah seorang temanku. Akhirnya kebagian tugas untuk membacakan soal cerdas cermat tersebut. Alhamdulillah, aku bersyukur, kehadiranku cukup bermanfaat ^_^
Perlombaan berlalu hingga hampir menjelang larut malam.

Usai perlombaan, ternyata "kampung tengah" tengah meraung-raung meminta haknya. Aku, temanku dan beberapa orang santri yang bertugas sebagai panitia serentak menuju ke dapur umum. Meracik apa yang ada sehingga terhidanglah beberapa mangkuk mie goreng. Dibawah langit malam yang tidak menampakkan cahayanya. Makan malam pertama di tenda perkemahan hanya ditemani lampu badai. Sungguh nikmatnya.

Ba'da makan, saatnya memenuhi hak jasad yang dari pagi hingga malam larut itu belum berhenti bergerak. Namun, sungguh sebuah tantangan, mau tidur saja aku dan temanku yang baru datang malam itu harus melongok-longok tiap tenda santri, mencari di manakah ada ruang untuk menyelipkan badan untuk malam itu saja. setelah lama berkeliling, akhirnya kamipun mendapatkan tempat yang lumayan dan alhamdulillah membawa kenikmatan untuk beristirahat malam itu.

#Hiking
Hiking, kegiatan yang sudah lama tak kurasakan pasca kampus. Namun, saat ini aku bukan peserta. Namun, aku di amanahkan untuk menjadi penjaga posko. Hutan karet yang aku lewati bersama kakak-kakak pembina lainnya cukup mudah dibandingkan beberapa hiking yang aku lalui.

#AKU MENGERJAI PESERTA ^_^
Poskoku adalah posko kedua. Di posko kedua ini aku dan salah satu panitia pramuka (*Wira) bertugas untuk memberikan pertanyaan tentang sandi "and". Jujur aku sendiri nggak ngerti bagaimana penggunaannya. Namun, berkat kejelianku memahaminya akupun mengerti.
Tantangan di posko kedua. Tak ingin aku lewati begitu saja. Aku membuat sebuah games berbentuk tantangan. Karena, ide itu muncul saat di posko 2, maka aku memanfaatkan properti yang ada. bersam Wira aku mencari kayu yang cukup panjang, dan kami letakkan kayu panjang itu sejajar dengan lutut kami. Dan para peserta yang bisa menebak/pu tidak sandi "and" tersebut tetap kami minta untuk melewati kayu serendah lutut kami dengan cara merayap. 


Tanpa mengatakan eh.., uh..., e.. dengan siap mereka langsung menjatuhkan diri mereka ke bumi. daaan....shap shap shap...merekapu merayap dengan ligat. karena aku menghitung kebelakang dari angka 10. Tim yang berjumlah antara 10-11 orang itu. berburu untuk melewati kayu setengah tiang itu.
HAHAHAHA...puassss...:P
Bukan puas melihat penderitaan mereka, tapi puas dengan ketaatan mereka. Santri Khairul Ummah memang IS THE BEST ^_^ Allahu akbar!

PERANG 1 emang serrruuuu dech...
Tapi, Capainya juga membuat betisku berserruuu...capeeeeeek....

Karena harus tiap beberapa kali turun naik bukit, hanya untuk wudhu dan MCK.

Sehingga pikiran dan hatiku selalu berontak inilah perkemahan terakhir yang aku ikuti. Jika suatu hari nanti diminta lagi untuk ikut kontribusi dalam perkemahan, aku siap untuk mengatakan T I D A K.

17 Des 2012

Kualitas Usaha VS Hasil

Ada yang berkata bahwa untuk mendapatkan hasil yang memuaskan maka kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh.
Ada yang berkata siapa yang bersungguh-sungguh dialah yang mendapatkannya.
Ada yang berkata orang yang setengah-setengah dalam berusaha maka dia akan mendapatkan hasil yang setengah-setengah juga.

So, ijinkan saya mengatakan bahwa kualitas usaha kita sangat mempengaruhi hasil yang kita dapatkan.
Tiada hasil tanpa usaha. Itu intinya.
Siapa yang mau pinter ya harus belajar.
Siapa yang mau kaya ya harus bekerja.
Siapa yang mau masuk surga ya harus banyak ibadah.
Dan siapa yang ingin menggapai hidayah illahi ya harus berlari untuk meraihnya.

Lihat, para penemu, adakah ia berpangku tangan?
Kemudian lihat pula baginda Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan dakwahnya, adakah beliau hanya duduk-duduk dirumah saja sembari berdo'a???

Terkait Do'a, ini adalah sesuatu yang harus di tambahkan dalam usaha yang kita lakukan. Selain itu tawakkal juga menjadi bumbu dalam usaha-usaha kita.
Karena, orang yang mengharapkan hasil maksimal, jika tanpa usaha dan do'a sama aja dengan bohong.
Orang yang berdo'a saja tanpa usaha juga sama dengan bohong.
Orang yang berusaha tanpa berdo'a itu sama dengan sombong.
Namun, orang yang ingin mendapatkan hasil yang maksimal dengan berusaha yang maksimal, kemudian berdo'a dan tawakkal insyaallah dialah orang yang beruntung itu.
Karena, ketika dia berusaha dengan maksimal kemudian berdo'a, itu menandakan bahwa dia adalah orang yang sadar akan kelemahan diri sebagai seorang hamba dan sadar akan kekuasaan illahi. Selanjutnya, jika ia tawakkal pada allah SWT maka dia tidak akan pernah menyalahkan Rabbnya, jika hasil yang ia peroleh tidak seperti yang diharapkan. Hanya ada kesyukuran dan ketawadhuan disana. Subhanallah. Makin dekatlah orang-orang beruntung itu dengan Rabbnya.

Wallahualam ^^


11 Des 2012

"Goresan"


Kisah Veer Zaara (BollyWood Movie), sungguh mengharukan. Berkorban karena cinta, tersiksa karena cinta dan menua karena cinta. 
Begitukah idealnya cinta?
Kenapa kisah cinta yang ditayangkan di stasiun TV terasa begiti sempit, payah, tersiksa, merana. Walau terkadang tak jarang terlihat begitu mudah, begitu indah dan begitu mungkin untuk terjadi.
Kebanyakan muda mudi kini lebih banyak belajar dari tontonan sinetron-sinetron yang tayang di TV. Cobalah lihat, begitu banyak muda mudi kita yang tertipu dengan scenario sutradara. Yang padahal semua itu hanyalah fiktif belaka, walaupun sebagian scenario itu tidak luput dari pengalaman yang pernah dirasa dilihat dan didengar oleh penulis scenario tersebut. Tapi, semua itu tidaklah seperti kenyataannya. Semuanya terlalu dilebih-lebihkan. 

Efek yang dialami muda mudi sudah sangat kronis. Mereka  menjadi pemuda yang hanya punya khayalan tanpa melihat realita. Mereka menjadi pemuda yang hanya punya angan-angan hingga hidup nya bertumpu pada kisah cinta semu.
Kisah cinta siapa yang ia contoh? Sifat dan watak siapa di dunia ini yang sempurna??? Untuk di kagumi untuk diidolakan para wanita??? Apakah si Azam dalam kisah KCB, atau si Fahri yang ada dalam kisah AAC ataukah si Rahul yang ada di Kuch-Kuch ho Tahai??? Atau Veer yang rela mati dan hidup dipenjara selama 22 tahun demi kehormatan Zaara, kekasih yang ia cintai???
Itukah yang diimpikan??? atau mengimpikan seorang wanita cantik, sholehah, anak Kiyai, cerdas, pintar dan berwawasan luas, seperti Ana Altafunnisa yang ada di KCB???
Walllahualam, tak jarang sinetron dan Film berdampak luar biasa. Yah, Walau tidak semua orang yang terhipnotis dengan scenario para penulis. Namun, sebagian memang terlihat terlena. Mereka hidup dalam mimpi. Hingga sampai kedunia nyata, ia selalu memasukkan khayalannya. Hingga terkadang mereka stress dan sedih yang amat terlalu. Karena impiannya sangat sulit terealisasi seperti kisah cinta yang pernah ia tonton atau ia baca. 

Hmmm, Okelah. Boleh-boleh saja kita mengimpikan kisah cinta yang terkadang telah tersetting dalam benak kita yang bereferensikan novel/pun film. Namun, alangkah lebih baiknya kita secara SADAR merealisasikan tentang apa yang ingin kita wujudkan. Sehingga semua yang telah terealisasi tidak MATI MAKNA.

Mari kembali ke alam nyata. Memainkan peran dari scenario Allah SWT. Karena scenario yang paling indah adalah scenario Allah SWT. Coba lihat kisah cinta Nabi Muhammad SAW dan Khadijah, Fatimah dan Ali, Yusuf dan Zulaikah dan masih banyak lagi. Kisah cinta yang bertumpu pada cinta illahi. Cinta yang bergantung pada iman pada Allah SWT. Dan cinta yang bermuara pada CintaNya.
Itulah scenario terindah, pertemuannya suci dan baik. Prosesnya mudah tidak begitu rumit. Dan Berakhir dengan indah walau tidak lepas dengan air mata. Sebaik-baik  kita merencanakan kisah percintaan kita dengan seseorang yang kita kasihi, maka sesungguhnya lebih indah rencana Allah SWT. Karena, terkadang apa yang kita rencanakan atau kita impikan, tidak semuanya menjadi nyata. Maka kuncinya adalah tawakal padaNya. Wallahu’alam.