17 Des 2012

Kualitas Usaha VS Hasil

Ada yang berkata bahwa untuk mendapatkan hasil yang memuaskan maka kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh.
Ada yang berkata siapa yang bersungguh-sungguh dialah yang mendapatkannya.
Ada yang berkata orang yang setengah-setengah dalam berusaha maka dia akan mendapatkan hasil yang setengah-setengah juga.

So, ijinkan saya mengatakan bahwa kualitas usaha kita sangat mempengaruhi hasil yang kita dapatkan.
Tiada hasil tanpa usaha. Itu intinya.
Siapa yang mau pinter ya harus belajar.
Siapa yang mau kaya ya harus bekerja.
Siapa yang mau masuk surga ya harus banyak ibadah.
Dan siapa yang ingin menggapai hidayah illahi ya harus berlari untuk meraihnya.

Lihat, para penemu, adakah ia berpangku tangan?
Kemudian lihat pula baginda Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan dakwahnya, adakah beliau hanya duduk-duduk dirumah saja sembari berdo'a???

Terkait Do'a, ini adalah sesuatu yang harus di tambahkan dalam usaha yang kita lakukan. Selain itu tawakkal juga menjadi bumbu dalam usaha-usaha kita.
Karena, orang yang mengharapkan hasil maksimal, jika tanpa usaha dan do'a sama aja dengan bohong.
Orang yang berdo'a saja tanpa usaha juga sama dengan bohong.
Orang yang berusaha tanpa berdo'a itu sama dengan sombong.
Namun, orang yang ingin mendapatkan hasil yang maksimal dengan berusaha yang maksimal, kemudian berdo'a dan tawakkal insyaallah dialah orang yang beruntung itu.
Karena, ketika dia berusaha dengan maksimal kemudian berdo'a, itu menandakan bahwa dia adalah orang yang sadar akan kelemahan diri sebagai seorang hamba dan sadar akan kekuasaan illahi. Selanjutnya, jika ia tawakkal pada allah SWT maka dia tidak akan pernah menyalahkan Rabbnya, jika hasil yang ia peroleh tidak seperti yang diharapkan. Hanya ada kesyukuran dan ketawadhuan disana. Subhanallah. Makin dekatlah orang-orang beruntung itu dengan Rabbnya.

Wallahualam ^^


11 Des 2012

"Goresan"


Kisah Veer Zaara (BollyWood Movie), sungguh mengharukan. Berkorban karena cinta, tersiksa karena cinta dan menua karena cinta. 
Begitukah idealnya cinta?
Kenapa kisah cinta yang ditayangkan di stasiun TV terasa begiti sempit, payah, tersiksa, merana. Walau terkadang tak jarang terlihat begitu mudah, begitu indah dan begitu mungkin untuk terjadi.
Kebanyakan muda mudi kini lebih banyak belajar dari tontonan sinetron-sinetron yang tayang di TV. Cobalah lihat, begitu banyak muda mudi kita yang tertipu dengan scenario sutradara. Yang padahal semua itu hanyalah fiktif belaka, walaupun sebagian scenario itu tidak luput dari pengalaman yang pernah dirasa dilihat dan didengar oleh penulis scenario tersebut. Tapi, semua itu tidaklah seperti kenyataannya. Semuanya terlalu dilebih-lebihkan. 

Efek yang dialami muda mudi sudah sangat kronis. Mereka  menjadi pemuda yang hanya punya khayalan tanpa melihat realita. Mereka menjadi pemuda yang hanya punya angan-angan hingga hidup nya bertumpu pada kisah cinta semu.
Kisah cinta siapa yang ia contoh? Sifat dan watak siapa di dunia ini yang sempurna??? Untuk di kagumi untuk diidolakan para wanita??? Apakah si Azam dalam kisah KCB, atau si Fahri yang ada dalam kisah AAC ataukah si Rahul yang ada di Kuch-Kuch ho Tahai??? Atau Veer yang rela mati dan hidup dipenjara selama 22 tahun demi kehormatan Zaara, kekasih yang ia cintai???
Itukah yang diimpikan??? atau mengimpikan seorang wanita cantik, sholehah, anak Kiyai, cerdas, pintar dan berwawasan luas, seperti Ana Altafunnisa yang ada di KCB???
Walllahualam, tak jarang sinetron dan Film berdampak luar biasa. Yah, Walau tidak semua orang yang terhipnotis dengan scenario para penulis. Namun, sebagian memang terlihat terlena. Mereka hidup dalam mimpi. Hingga sampai kedunia nyata, ia selalu memasukkan khayalannya. Hingga terkadang mereka stress dan sedih yang amat terlalu. Karena impiannya sangat sulit terealisasi seperti kisah cinta yang pernah ia tonton atau ia baca. 

Hmmm, Okelah. Boleh-boleh saja kita mengimpikan kisah cinta yang terkadang telah tersetting dalam benak kita yang bereferensikan novel/pun film. Namun, alangkah lebih baiknya kita secara SADAR merealisasikan tentang apa yang ingin kita wujudkan. Sehingga semua yang telah terealisasi tidak MATI MAKNA.

Mari kembali ke alam nyata. Memainkan peran dari scenario Allah SWT. Karena scenario yang paling indah adalah scenario Allah SWT. Coba lihat kisah cinta Nabi Muhammad SAW dan Khadijah, Fatimah dan Ali, Yusuf dan Zulaikah dan masih banyak lagi. Kisah cinta yang bertumpu pada cinta illahi. Cinta yang bergantung pada iman pada Allah SWT. Dan cinta yang bermuara pada CintaNya.
Itulah scenario terindah, pertemuannya suci dan baik. Prosesnya mudah tidak begitu rumit. Dan Berakhir dengan indah walau tidak lepas dengan air mata. Sebaik-baik  kita merencanakan kisah percintaan kita dengan seseorang yang kita kasihi, maka sesungguhnya lebih indah rencana Allah SWT. Karena, terkadang apa yang kita rencanakan atau kita impikan, tidak semuanya menjadi nyata. Maka kuncinya adalah tawakal padaNya. Wallahu’alam.

6 Des 2012

INHU PEDULI PALESTINA



“Inhu Peduli Palestina” sebuah tema yang diusung dalam agenda Taujih Syeikh Palestine dan Penggalangan Dana Palestine, yang diselenggarakan pada hari selasa, tanggal 04 desember 2012. Bertempat di Mesjid Mutmainnah Pondok Pesantren Khairul Ummah Batu Gajah. Agenda ini merupakan kerjasama antara Yayasan Islam Indragiri dengan KNRP (Komite Nasional untuk Rakyat Palestina). Hadirin yang hadir adalah santri, santriwati, guru dan karyawan/ti PonPes khairul Ummah, selain itu juga hadir guru-guru dari MA/SMA yang berada di sekitar wilayah Air Molek serta Ibu-Ibu PKK dan masyarakat umum lainnya.
Acara dibuka tepat pukul 14.00 WIB dengan tasmi’ alqur’an surat al isra’ oleh salah seorang santriwan PonPes Khairul Ummah yaitu akhi Abdurrahman ketua Organisasi Santri Khairul Ummah (OSKU). Selanjutnya pembacaan puisi dari tim seni PonPes Khairul Ummah. Puisi yang menggetarkan dawai hati dan menggerakkan bulir hangat bergerak mengikuti gravitasi bumi. Suasana haru kian terasa ketika isakan tangis hadirin memenuhi ruangan.
Entah keharuan apa itu, padahal hanyalah mendengarkan beberapa bait puisi yang menggambarkan kesusahan dan kepayahan saudara-saudara kita di belahan bumi sana. Yang tengah berjuang demi tetap berdirinya Al Kuds. Apakah ini yang namanya sebuah Ukhuwah yang terajut antar umat muslim? Walau raga tak bertemu namun jiwa selalu terpaut dalam tiap bait do’a. Wallahualam.
Kata sambutan diberikan oleh Plt. Camat Pasir Penyu selanjutnya oleh Pimpinan PonPes Khairul Ummah KH. Muhammad Mursyid, S.Ag. Dalam kata sambutannya KH. Muhammad Mursyid, S.Ag menyampaikan bahwa sebelumnya agenda serupa juga telah diadakan di Peranap. Tampak antusias masyrakat menghadiri agenda tersebut, ditandai dengan masjid di peranap penuh untuk menyaksikan Tausiah dari Syeikh Palestine yaitu Syeikh Abdul Aziz. Dan menghimbau selain berdo’a untuk rakyat Palestine sudah selayaknya kita sebagai umat islam juga turut peduli dengan kelangsungan hidup rakyat palestina dengan salah satu caranya yaitu ikut menyumbangkan sebagian harta yang dimiliki.
Ketika tiba acara inti, bulir hangat tak kuat tertahan disudut mata, mereka jatuh seakan menyaksikan peristiwa berdarah di tanah suci Palestine.
Wajah Syeikh Abdul Aziz begitu beseri, dengan janggut panjangnya yang sudah memutih, senada dengan warna gamisnya. Dengan kedua mata yang telah hilang penglihatannya, ia tampak begitu bersemangat menyampaikan tausiyahnya. Diantaranya adalah ucapan terimakasihnya kepada masyarakat Indonesia yang telah peduli dengan rakyat palestin, kisahnya ketika Beliau berada di penjara palestin dan kisah-kisah masyarakat sipil palestin yang dianiya oleh tentara zionis Israel laknatullah.
Suasana semakin mengaharukan ketika tausiyah Syeikh diiringi dengan pemutaran gambar dan video kejadian nyata di Palestine. Agenda “Inhu Peduli Palestin” ditutup dengan penggalangan dana. Dan penyerahan secara simbolik uang senilai Rp 23 Jt oleh Pimpinan PonPes Khairul Ummah pada pengurus KNRP yang merupakan hasil dari penggalangan dana yang telah dilakukan untuk disalurkan kepada Rakyat Palestina. Allahu Akbar. Semoga yang telah berkontribusi didalamnya memperoleh balasan yang setimpal dari Allah SWT. Amiin.
Duhai anak-anak palestina dengan wajah tak berdosa kau dengan gagah menggenggam senjata.
Senjata yang tak kenal dengan dimensi perkembangan zaman.
Yah, senjata yang bisa kau andalkan hanyalah kerikil-kerikil kecil hasil puing bangunan yang hancur akibat teng-teng tentara yahudi Laknatullah.
Kobarkanlah selalu api semangat juangmu duhai saudara-saudaraku.
Semoga Jannah Firdaus tempat akhirmu.


KEPADA PARA PEMUDA DAN SECARA KHUSUS KEPADA PARA MAHASISWA


Bismillahirahmanirrahim...
Empat karakter yang hendaknya melekat pada diri pemuda :
  1.      Iman
Dasar keimanan adalah nurani yang menyala. Sebuah pemikiran akan berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadaNya.
  2.      Ikhlas
Dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa. Ikhlas dalam berjuang di jalanNya.
  3.      Semangat
Dasar semangat adalah perasaan yang menggelora. Semakin bersemangat dalam merealisasikan perjuangan atau ilmu yang dimiliki. 
  4.      Amal
Dasar amal adalah kemauan yang kuat. Memiliki kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkan pemikiran yang telah terpatri.
Pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya.
Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunujuk.’ (Al-Kahfi : 13)
Dakwah Ikhwanul Muslimin, Dakwah Abad Empat Belas Hijriyah
“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (Ali Imran : 18)
“Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu mikmat-Ku, dan telah kuridhai Islam itu sebagai agama bagimu.” (Al Maidah : 3)
Fikrah kita adalah islam. Diatas fikrah islam kita tegak, kepada islam fikrah itu bersandar, demi islam fikrah itu berjihad dan karena meninggikan kalimatnya fikrah itu beramal. Fikarh islam tidak akan tergantikan sebagai sistem, tidak rela menjadikan selainnya sebagai iman dan tidak akan taat kepada yang lain dalam pengambilan hukum.
“Barangsiapa mencari agama selain agama islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imran : 85)
Kewajiban pertama sebagai aktifis ikhwan adalah menyampaikan kepada manusia tentang batas-batas islam ini secara jelas dan sempurna, tanpa ditambah dan dikurangi, dan tidak pula membuat rancu ajarannya. Selanjutnya adalah mewujudkan dalam amal nyata. Tiang penyangga dalam pelaksanaannya adalah Kitab Allah, Sunah Rasul yang shahih dan sirah kaum salaf. Dan terus berjuang dalam perwujudan fikrah yang telah diyakini, hingga hidup aka mulia atau mati terhormat.
Syi’ar Abadi yang Populer :
è Allah tujuan kami
è Rasul pemimpin kami
è Al-Qur’an Undang-undang kami
è Jihad jalan kami
è Mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi
Maka, senantiasalah perbaharuilah iman, tentukan sasaran dan tujuan langkah. Karena, kekuatan pertama adalah iman, buah dari iman adalah kesatuan, konsekuensi logis dari kesatuan adalah kemenangan yang gilang-gemilang.
Tahapan da langkah-langkah Manhaj Ikhwanul Muslimin
  1. Seorang yang muslim dalam pola pikir dan akidahnya, dalam moralitas dan perasaannya serta dalam amal dan prilakunya. (Upaya dalam pembentukan individu mukmin dalam dakwan Ikhwanul Muslimin).
  2. Terbagunnya rumah tangga yang islami dalam pola pikir dan akidahnya dalam moralitas dan persaannya serta dalam amal dan prilakunya.
  3. Bangsa yang muslim.
  4. Pemerintahan yang islam yang bisa memimpin bangsa menuju mesjid dan membimbing manusia kepada hidayah islam.
  5. Setiap jengkal dari negeri yang muslim bergabung bersama dakwah.
  6. Panji islam kembali berkibar memenuhi jagad raya.
  7. Dengan berkibarnya panji islam deklarasi dakwah kepada seluruh alam, menyampaikan kepada sekalian manusia.
Urgensi Keberadaan Kita
            Dalam tataran praktis, kita ingin menegakkan nilai-nilai islam di negeri Mesir terlebih dahulu, karena ia berada di barisan depan di antara berbagai bangsa islam dan masyarakatnya.
  1. Menegakkan sistem perundangan dalam negeri, sebagai perwujudan firman Allah. (QS. Almaidah: 49)
  2. Menegakkan sistem perundangan yang mengatur hubungan negara dengan berbagai bangsa di dunia, untuk mewujudkan firma Allah (Al Baqarah : 143)
  3. Menegakkan hukum peradilan yang berpijak pada ayat Qur’an (An-Nisa:65)
  4. Menegakkan sistem perundangan pertahanan dan keamanan serta militer, untuk merealisasikan anjuran sikap siaga menghadapi perintah yang tertuang dalam Qur’an.
  5. Menegakkan sistem ekonomi yang mandiri untuk mengatur kekayaan alam dan harta benda, baik bagi negara maupun pribadi warganya. (An-Nisa:5)
  6. Menegakkan sistem pendidikan dan pengajaran dalam rangka memberantas kebodohan, sesuai dengan pesan allah (Al-Alaq:1)
  7. Menegakkan undang-undang keluarga dan keruamhtanggaan untuk menciptakan suasana kondusif bagi pendidikan anak di rumah, baik putra maupun putri. (At-Tahrim : 6)
  8. Menegakkan sistem perundangan yang mengatr perilaku individu untuk mewujudkan keberhaslan hidup yang dicita-citakan, sesuai dengan isyarat Qur’an (Asy-Syams)
  9. Menegakkan iklim positif secara umum untuk melindungi setiap pribadi masyarakat. (Al-Qashash : 77)
Denga tegaknya itu semua, kita menginginkan terwujudnya :
1. Pribadi Muslim
2. Rumah tangga muslim
3. Masyarakat Muslim
4. Pemerintah Muslim
BEKAL KAMI
  1. Iman kepada Allah, pertolongan dan dukungan-Nya. (Ali-Imran : 160)
  2. Iman kepada panglimanya, beserta ketulusan hati dan kepemimpinannya (Al-Ahzab: 21)
  3. Iman kepada sistem dengan keistimewan dan keunggulannya (Al-Maidah: 16)
  4. Iman kepada pesaudaraan dengan hak dan kewajiba serta kesuciannya (Al-Hujurat:49)
  5. Iman kepada balasan akhirat dengan keagungan dan kelipatannya (At-Taubah : 120)
  6. Iman kepada keberadaan diri mereka sendiri, yakni sebagai jamaah yang dipilih oleh takdir untuk menyelamatkan alam semesta ini, yang telah mendapatkan keutamaan dengan perannya ini dan jadilah mereka sebaik-baik umat manusia seluruhnya.

2 Des 2012

Si Tomboy dengan Air Matanya

Pagi ini aku tertegun melihat seorang anak yang sesegukan di balik bantalnya. Dia adalah salah seorang muridku, yang selama ini aku kenal memiliki sifat tomboy. Jarang sekali aku temui dia "lemah" seperti murid-murid putriku lainnya. Namun, pagi ini aku tersadar bahwa walaupun cashing seorang wanita itu kuat, kekar dan tomboy, ia tidak akan serta merta dapat menghapus kodratnya sebagai seorang wanita. Wanita yang secara umum dikenal akrab dengan air mata dan selalu meninggikan perasaan dibandingkan logikanya.

Si tomboy dengan air matanya membawaku berfikir, bahwa air mata bisa tumpah pada diri siapapun bahkan pada lelaki sekalipun. Air mata tidak mengenal siapa pemiliknya. Mungkin pencuri, teroris bahkan koruptorpun air matanya bisa tumpah.
Tumpahnya air mata banyak penyebabnya. Mungkin itulah yang menjadi pembedanya. Diantara penyebab yang membuat air mata tumpah adalah kekecewaan, kebahagiaan, kehusyukan dalam bermuhasabah, keharuan (iba) dan lain-lain. Namun, terkadang air mata tidak jarang dibuat menjadi kambing hitam bagi orang-orang yang suka bersilat lidah untuk menyelamatkan dirinya. Dan terkadang sering sekali kita beranggapan bahwa tumpahnya air mata menandakan sebuah kelemahan diri. Namun, tidakkah kita berfikir bahwa terkadang dengan menangislah mata kita secara alami dibersihkan oleh air mata. Dan terkadang dengan menangislah kita semakin bersyukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahkannya.

So, jangan pernah malu untuk menumpahkan air mata kita. Walau dalam kehidupan sosial kita, kita dikenal sebagai seorang yang tomboy, tegar, kuat dan berpangkat tinggi. Dan yang paling utama adalah menangislah karena Allah SWT. Menangisi kesalahan dan kekhilafan yang sering tanpa sadar kita lakukan. Sehingga air mata yang tumpah tidak sia-sia, dan berdoalah semoga air mata itu yang nantinya menjadi saksi taubat kita dan akhirnya mengantarkan kita ke jannahNya. AaMiin!

Wallahualam.

1 Nov 2012

PILIHAN


       Sulit rasanya mengambil sebuah keputusan yang berkaitan dengan pendamping hidup. Tiada rasa selain merana, kegelisahan hati yang umumnya dirasakan oleh seorang wanita jika usia telah beranjak senja namun pendamping hiduppun belum jua menghampiri. Hingga terkadang, pilihan dalam menentukan pendamping hidup tidak lagi berpatokan pada karakter atau sifat yang diperintahkan Nabi. Karakter yang menjadi patokan menguap bersama senjanya usia sang gadis.
        Memilih jalan untuk segera mengakhiri masa lajang bukanlah keputusan yang mudah, terkadang geliat semangat masa muda masih menjadi dinding untuk segera memilih hidup bersama pasangan. Tak ayal, sebagian pemuda yang memiliki keinginan menikahi seorang gadis harus mundur, karena alasan sang gadis yang diinginkannya memilih untuk melanjutkan studi ataupun karirnya. Alasan klasik lain adalah karena usia yang masih muda, ataupun kesiapan sang gadis yang belum matang untuk mendampingi dan mengurus pasangannya. Setiap pilihan sudah tentu ada resiko dan konsekuensinya. Namun, hanya sedikit yang berani untuk menghadapinya.
      So, ketika sebuah pilihan tersebut telah tiba nanti, berbuatlah sesuai dengan syari’at. Menyerahkan seutuhnya pada Sang Maha Tahu, Sang Maha Hidup, Sang Pemilik Rahasia dan Sang Maha Penguasa segalanya. Allah SWT lebih mengetahui apa yang dibutuhkan hambanya. Terkadang kita hanya melihat sebelah mata saja, tanpa melihat sisi lain yang diberikan oleh Allah. Maka, Sholat dan berdo’alah karena da’a adalah senjata orang-orang beriman. Selanjutnya bertawakallah pada Allah SWT. Dan ambillah keputusan yang kita yakini itulah pilihan dari Allah SWT.

Wallahu’alam…^^